PILIH 2004 Pertama kalinya Letto masuk dapur rekaman dengan mengusung tembang manis mereka I'll Find a Way. Waktu itu Letto masih menjadi Leto, dengan hanya satu T. Berawal dari sebuah pertemanan di SMA, anak-anak Leto belum bermimpi bakal punya band dan sebagainya. Proses berkesenian mereka yang kreatiflah yang mbuat mereka coba-coba untuk bikin lagu dan segala macam tetek bengeknya. Tongkrongan plus kegiatan belajar kerja mereka yang memang di studio musik, sedikit banyak mempermudah akses mereka dalam hal buat membuat lagu. Nah, salah satu hasilnya ya I'll Find a Way itulah. Atas saran banyak guru akhirnya mereka kirimkan demo ke Musica. Alhamdulillah, Musica tertarik, dan keluar Pilih 2004 release.... Leto masuk jadi salah satu band yang ada di album Pilih 2004 ini.... Lagunya? I'll Find a Way, manis, tapi sama sekali jauh dari kesan cengeng. TRUTH, CRY AND LIE Bukan cuman sok-sok an kalo separuh dari lagu-lagu di album ini pakai bahasa internasional Inggris. "Ini adalah proses kreatif yang mengalir jujur." ungkap Noe. Memang begitulah adanya. Walaupun ada banyak pengaruh yang mewarnai musik Letto (sekarang udah pake dua T... ya sejak album ini keluar) tapi waktu membuat lagu, mereka belum memikirkan konsepnya, semuanya dibiarkan mengalir. Proses kreatif yang mengalir jujur. Hasilnya? Lagu-lagu dengan lirik yang dalam, lagu-lagu yang bisa menggoda para penikmat musik, enak dibawa ke hati, manis, simpel, laris kayak kacang goreng, tapi nggak kacangan. COKLAT STROBERI (Film Soundtrack) Disambutnya album Truth, Cry, and Lie dengan baik oleh masyarakat membuat beberapa single lagu ini diusung menjadi soundtrack film Coklat Stroberi. Album soundtrack film garapan Ardy Octaviand ini, berderet musisi Indonesia yang ikut ambil bagian, diantaranya Ungu, Naff, Nidji, Letto dan lain-lain. Letto sendiri menyumbangkan dua lagu dari album Truth, Cry, and Lie yaitu: Insensitive, dan Sebenarnya Cinta. Album ini dipasarkan dalam bentuk kaset dan CD. Hits 2007 Telkomsel bekerjasama dengan Musica Studio menggarap album kompilasi yang terdiri dari musisi-musisi pilihan tanah air. Album Hits 2007 memasukkan Letto sebagai salah satu band yang di dalamnya menyumbang satu single (masih dari album Truth, Cry, and Lie) berjudul Ruang Rindu. Pada tahun ini pula Letto mendapatkan penghargaan sebagai Band Ngetop Pendatang Baru terbaik versi SCTV Music Award, dan kemudian disusul dengan penghargaan serupa se-asia tenggara dalam Anugrah Planet Muzik di Singapura. MTV AMPUH Hits Of The Year Album yang dikeluarkan oleh Musica Studio bekerjasama dengan MTV Ampuh ini mempersembahkan 12 lagu-lagu keren sepanjang tahun 2006-2007. Di dalamnya terdapat kombinasi berbagai aliran musik dengan lagu-lagu pilihan dari band-band terkemuka tanah air. Sandaran Hati Letto menambah semarak rangkaian kompilasi album ini. VCD KARAOKE With ORIGINAL Artist and Video Clips Nggak cuman di event-event konser dua band ini sering tampil bareng. Oleh pihak Musica mereka disatukan juga dalam sebuah album karaoke, so bagi yang demen berkaraoke dengan lagu-lagu Letto dan Nidji, dalam album ini disediakan lengkap lantunan musik karaoke plus videoklipnya. VCD karaoke ini dikeluarkan oleh Musica Studio. Letto menampilkan 6 lagu pilihan yakni, I'll Find A Way, Sampai Nanti, Sampai Mati, Sandaran Hati, Ruang Rindu, Sebenarnya Cinta, dan Truth, Cry, and Lie. DON'T MAKE ME SAD
Pertengahan tahun 2007, Letto kembali mengeluarkan album baru dengan mengangkat tema yang lebih berkembang. Kreatifitas dan kerja keras untuk menghasilkan karya terbaik selalu menjadi etos kerja mereka. Album ini kembali hadir dengan sebuah tema yang akhirnya bisa menjadi multi persepsi. Sebelum Cahaya, sebuah lagu yang kemudian banyak diartikan orang. Ada yang mengartikan bahwa Letto sedang berbicara tentang janji dan harapan pertemuan kepada seorang kekasihnya. Ada juga yang menangkap isyarat bahwa Letto sedang bercerita tentang sholat malam. Ada lagi yang menduga bahwa Letto sedang menceritakan isyarat perubahan besar sebuah bangsa dengan harapan dan masa depan yang lebih gemilang. Hingga ada yang menyangka Noe sedang menciptakan sebuah lagu yang didedikasikan untuk ayahnya. Arti jelasnya tidak pernah mau dijelaskan oleh Letto, sebab biarlah segala persepsi dan analogi tetap hidup dan memperkaya makna dari lagu-lagu Letto. Selain Sebelum Cahaya, di dalam album ini Letto juga mengajak berkontemplasi untuk menautkan kerinduan dengan idola yang membantu proporsi bingkai berpikir kita melalui sebuah lagu Permintaan Hati, dan Bunga di Malam Itu. Lagu lain yang diusung Letto dalam album ke-2 ini terformat sedemikian rupa untuk menjadi pemantik ide dan komperensi berpikir. Misal, Memiliki Kehilangan yang menyadarkan tentang betapa jauhnya sikap posesif kita dalam melihat dunia, Don't Make Me Sad, yang sekilas berbicara tentang pemujaan kepada perempuan, My Liberty Goodbye, Luangkanlah Sejenak, Hantui aku dan juga lagu-lagu yang lain.
|