|
Hari yang ditunggu, akhirnya tiba juga. 20 –
21 Maret 2008 di Seloliman Trawas Mojokerto, semua kegembiraan dan keriangan
dalam nuansa kekeluargaan hadir menghiasi kegiatan yang bertajuk Meet &
Greet 2008 With Letto.
Kegiatan ini boleh diikuti siapapun, sehingga
di sediakan quota sebanyak-banyaknya hingga 150 peserta. Namun dalam
kenyataannya kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan untuk pemenuhan quota,
sebab dengan jumlah peserta di bawah quota, acara tetap berjalan dengan lancar,
bahkan bisa dikatakan sukses. Hari pertama sebenarnya justru dimulai pada
tanggal 19 Maret berkaitan dengan himbauan panitia yang meminta peserta datang
di lokasi sehari sebelum hari H. Akhirnya sebagian peserta sudah hadir dan
segera dibentuk pengelompokan dan perkenalan masing-masing peserta. Acara
perkenalan tidak membutuhkan waktu lama dan memang tidak boleh berlama-lama,
mengingat kegiatan esok hari dilaksanakan pagi-pagi sekali.
Udara sejuk wilayah subur PPLH pagi itu
berpadu hangat dengan datangnya sang mentari yang menyajikan kehangatan
sinarnya. Benar-benar menjadi lebih indah dan terasa menyatu dengan alam ketika
burung-burung liar dengan riang berkicau diantara dahan-dahan pohon seakan
mengajak setiap yang mendengarnya untuk segera bangun bersama menyambut pagi
nan indah. Pagi itu tanggal 20 Maret acara hari pertama Meet & Greet
dimulai.
Semua peserta sudah berada di lokasi. Acara sebenarnya
direncanakan mulai pagi hari jam 06.00 WIB, tapi karena malamnya banyak yang
begadang akhirnya acara mundur hingga baru dimulai sekitar jam 07.00 WIB.
Setelah sarapan, semua peserta kembali
berkumpul di gedung seminar yang gaya arsitekturnya unik. Kali ini peserta
bertambah dengan kedatangan pLettonic dari Malang dan beberapa susulan dari
Surabaya. Acara perkenalan dimulai oleh peserta yang belum memperkenalkan diri.
Rombongan Malang mulai memperkenalkan diri, disusul Jakarta, kemudian Surabaya.
Peserta yang datang lebih awal di hari sebelumnya sudah saling memperkenalkan
diri bareng dengan pembagian ID card. Perkenalan ini tidak hanya untuk
pLettonic tapi juga untuk panitia yang belum berkenalan. ID card akhirnya sudah
diterima masing-masing peserta. Suasana perkenalan cukup meriah dan penuh canda
tawa. Bahkan ada game-game seru yang akhirnya mengundang tawa para pesertanya.
Hanya saja kebahagiaan itu kurang terasa sempurna dengan ketidakhadiran Inggrid
dari rumah tongkrongan, ini bisa dimaklumi mengingat rute perjalanan panjang
yang melelahkan dan kondisi kehamilannya yang mengharuskannya untuk banyak
istirahat.
Acara dilanjutkan dengan pengenalan aset
tanaman dan beberapa langkah pengelolaan lingkungan di area PPLH. Agar lebih
intensif, pengenalan ini dibuat berkelompok-kelompok. Kelompok terbagi sesuai
warna pita di ID card masing-masing. Semua kemudian berkeliling dengan dipandu
satu petugas lingkungan hidup dari PPLH. Antusias para peserta sangat bagus
hingga tak terasa perjalanan yang mereka lalui sebenarnya cukup jauh. Tidak
cukup sampai di situ, para peserta kemudian melanjutkan kegiatan hari itu
dengan game yang menyenangkan di sebuah tanah lapang yang hijau dengan
dikelilingi rimbunnya pohon-pohon liar disekitarnya. Cukup puas dengan canda
tawa, para peserta dan panitia kembali dari tanah lapang menuju tempat masak
yang alat dan bahannya sudah disediakan. Hujan deras kembali datang, untung
saja tempat masaknya sudah dibuatkan Payon sehingga acara terus berjalan meski
hujan lumayan deras. Aneka masakan dibuat dan dikreasi dengan bebas oleh para
peserta, semua bahan dan alat sama, tapi ternyata masakan yang dihasilkan
berbeda-beda. Letto yang dinanti datang siang itu ternyata mengalami
keterlmbatan penerbangan di stasiun Cengkareng. Akhirnya rencana makan siang
bersama personel Letto tidak bisa terwujud. Acara makan bareng itupun cukup
menarik dan menggelikan, ada yang tidak doyan dengan masakannya sendiri, ada
yang habis banyak, dan ada juga yang pura-pura nggak doyan ternyata malah
nambah!!! Itu saya hehehehehehe...
Setelah makan siang, semua peserta berkumpul
dan disarankan untuk membuat kreasi seni yang se-konyol mungkin untuk
ditampilkan nanti malam bersama Letto. Letto akhirnya sampai juga di PPLH
sekitar jam 18.00 WIB. Acara makan malam sudah lengkap terdiri dari pLettonic
beserta crew, manajemen, dan player Letto. Keakraban dan kekeluargaan
benar-benar terasa malam itu. Tapi itu belum rangkaian terakhir acara, karena
masih ada sesi sarasehan, bakar-bakar jagung, dan pentas seni Letto +
pLettonic.
Bagian seru hari itu banyak sekali, dari pagi
hingga malam sepertinya tidak mengijinkan bosan dan penat singgah meski hanya
sebentar. Semua peserta masih sangat antusias mengikuti keseluruhan acara.
Sarasehan dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Temanya adalah
“Menghidupkan yang mati, Menyuburkan yang telah hidup”.
Sebelum acara dimulai Aldi menyempatkan diri
untuk memberi sambutan dan apresiasinya kepada para pLettonic. Pada intinya
aldi merasa sangat bangga dan terharu dengan semangat kebersamaan yang
ditunjukkan oleh pLettonic. Kegiatan semacam ini harus terus diupayakan
kebersinambungannya dan ditingkatkan terus fungsi dan tujuannya. Dengan
terwujudnya Meet & Greet yang juga sekaligus gerakan cinta lingkungan hidup
maka serta merta pLettonic bukanlah golongan komunitas yang hanya gemar
bersenang-senang, tapi juga memasukkan kegiatan positif dalam bersenang-senang.
Trackback(0)
 |