Written by HC / LettoLink Monday, 02 June 2008 10:56
"Band Letto siapa yang punya... band Letto siapa yang punya... band Letto siapa yang punya... yang punya kita semua...." Ramai dan gaduh suara yang diserukan oleh murid-murid itu terdengar begitu meriah saat Letto sampai di Sekolah Luar Biasa Negeri Ungaran di Kabupaten Semarang yang pada hari ini akan mendapatkan bantuan 100 kursi roda untuk anak-anak yang terkena lumpuh layu dari Yayasan Maria Monique. Letto, yang pada kesempatan ini diminta untuk menghibur anak-anak di SLB itu, terlihat begitu antusias karena bisa ikut serta dalam acara amal ini dan kita sangat kaget sekaligus terharu ketika melihat langsung anak-anak di SLB itu juga memiliki rasa semangat yang membara seperti kita dalam hidupnya, apalagi jika kita melihat cara mereka dalam menyambut kedatangan kita, salut buat kalian semua! Sesaat kita duduk diatas panggung, kita sudah di hibur oleh penampilan Kharisma, seorang tuna grahita yang hapal hampir 200 lagu dan juga hapal tentang tanggal, hari, bulan, dan tahun sebelum dan sesudahnya, Dhedot pun tercengang ketika Kharisma menebak saat Dhedot lahir jatuh pada hari apa dan ulang tahun untuk tahun depan jatuh pada hari apa, edan tenan bocah iki, ngerti ulang tahunku tahun ngarep tibone dino rebo… bisik Dhedot kepada Arian. Setelah kita semua di hibur oleh penampilan murid-murid di SLB itu, kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan 100 kursi roda dari yayasan Maria Monique yang di serahkan langsung oleh ibu Natalie, dan sekejap saja dalam segment penyerahan ini suasana yang semula riang penuh canda tawa, berubah menjadi suasana yang penuh dengan isak tangis, rasa sedih, terharu, dan semua perasaan yang ada di dalam hati kecil kita, semua menggumpal menjadi satu hingga menghasilkan tetesan air mata yang tak mudah untuk kita sembunyikan dan hentikan. Betapa tidak, orang yang akan menerima kursi roda itu, ternyata semua masih anak-anak yang belia usia sekitar 4-5 tahun, dan selam itu pula mereka hidup dalam gendongan sang ibu karena kursi roda tak juga hadir walaupun mereka sudah berusaha dengan kerja keras, wajah lugu dan lucu mereka membuat kita tak percaya, mengapa harus mereka yang terkena lumpuh layu? Pada umur yang begitu belia, mereka harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka "tak sesmpurna" yang mereka harapkan. Dan Tuhan menunjukkan kebesaranNya dengan cara ini. Allaahuakbar....!!
Kemudian acara dilanjutkan kembali, kita semua mencoba menahan isak dan mengusap air mata ini, hiburan yang di tampilkan oleh murid-murid sekolah ini benar-benar membuat suasana menjadi netral kembali, gelak tawa muncul kembali saat melihat aksi Kharisma dan juga teman-temannya diatas panggung yang bernyanyi dengan guyonannya. Kita pun giliran ganti menghibur mereka dengan lagu Permintaan Hati kita mencoba memahami apa yang mereka inginkan, bernyanyi bersama dengan tangan saling bergandeng dan merangkul, dengan U and I kita mencoba membangun rasa keakraban bersama mereka dari hati ke hati dengan segenap cinta, dengan Sebelum Cahaya kita mencoba membuka mata dan hati kita semua agar selalu bersyukur akan keagungan Allah SWT yang telah menciptakan dan memberikan anugerah, rizki, dan apa yang telah kita miliki, dan dengan Sampai Nanti Sampai Mati kita mencoba membakar semangat mereka semua dengan jiwa yang besar hingga mereka benar-benar merasa bangkit Sampai Nanti Sampai Mati. Tetap semangat!
No current events.