Written by yuwan Saturday, 21 February 2009 00:00
Libur tlah tiba..libur tlah tiba..hore..hore..!!!
Yap, bagi sebagian dari kita, sekarang adalah saat liburan. Asyiknya.. Sebagaian dari kita yang lain sudah mulai menjalani rutinitasnya. Bahkan sebagian yang lain sedang sibuk-sibuknya.
Baiklah..bagi yang sedang liburan ada acara ke mana?
Sekadar cerita, Aq selalu nunggu saat-saat liburan karena saat liburan bisa Q isi dengan hal-hal yang seru. Apalagi sejak kuliah Aq punya kebebasan menghabiskan liburan, gak harus manut orang tua.
Liburan di Pare
Liburan seruku yang pertama di Kampung Bahasa Inggris Pare. Pare itu kecamatan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Nah yang jadi kampung bahasa inggris itu di Dusun Singgahan, Dusun Pelem ma Dusun Tulungrejo. Kampungnya biasa sih.. seperti kampung pada umumnya, cuman di sana banyak banget tempat kursus bahasa Inggris. Yang belajar di sana mayoritas orang luar Pare, bahkan luar Jawa (Yang dari luar negeri ada juga loh beberapa, ada dari Malaysia, Timor Leste). Karena itu, banyak juga tempat kost dan asrama disediakan.
Eit..jangan bayangkan yang mewah-mewah dulu.. Di sana sederhana baget. Hilangkan pikiran tentang suasana kursus bahasa Inggris bertarif barapa juta sekian atas ala kota besar. Juga jangan bayangkan kos-kosan mewah kamar mandi dalam. Di Pare, kursus bertarif Rp. 50.000,- sebulan. Mungkin karena itulah jadi tempat kursus begitu sederhana. Ruanganya berkapasitas 30 orang di kursi plastik tanpa meja, plus fasilitas ruangan berupa 1 kipas angin. Trus kos-kosan, rata-rata bertarif Rp. 60.000 sebulan dan sekamar diisi 4 anak.
Sederhana tapi asyik banget loh.. Di sana kita bersama ratusan bahkan ribuan orang lain dari berbagai penjuru datang ke sana untuk belajar. Jdi kita mendadak punya banyaaak banget kenalan. Selama sebulan penuh belajar bahasa Inggris. Gak cuman di kelas loh, karena banyak kosan dan asrama yang menetapkan aturan harus berbahasa inggris atau denda! Jadi gak heran kalau belajar di Pare cukup efektif, karena kita belajar bahasa inggris gak Cuma teori tapi praktek 30 x 24 jam!!
Meskipun Aku di sana Cuma sebulan. Masih terasa menyenangkan mengingat masa Aq dan teman sekamar ber-cenglu (gonceng telu,naik motor bertiga) keliling pare. Trus juga tergelak-gelak saat lomba cepat-tepat di kelas. Setelah farewell party Aq dan sahabat-sahabatmenghabiskan malam terkhir di pare dengan lesehan pinggir jalan sambil makan jagung bakar dan susu jahe. Oh ya, kita ujian praktek conversation lagsung di Bali. Whi... kikuk banget saat pertama menyapa para buletapi selebihnya, menyenangkan..!!.
Kasongan
Tahun berikutnya setelah dari Pare, Q kebingungan mau liburan ke mana. Saat itu Aq sudah kerja, tapi masih part-time. Jadi, walau kuliah libur, Aq kudu tetep di Jogja. Emang dasar Aq orangnya kurang kerjaan dan gak bisa nganggur, Aq gak mau masa liburan cuman kerja part time abis itu di glundang-glundung di kosan.
Lalu Aq terpikir untuk belajar batik atau bikin keramik. Kebetulan di deket kosan ada sanggar bikin kerajinan tanah liat. Aq datengin sanggar itu, ternyata mahal banget. Bea-nya untuk ikut satu kelas Rp. 900.000,-. Wheleh..mana punya uang! Akhirnya Aq cari info sentra kerajinan gerabah dan keramik. Kasonganlah tempatnya, desa di selatan Yogyakarta. Walau Aq buta arah dan belum pernah ke Kasongan, tapi Aq bertekad ke sana.
Menuruti apa kata Dora, Aq mengandalakan peta. Pagi-pagi, dengan semangat Q berangkat ke Kasongan. Aku samperin salah satu penjaga galeri. Aq tanya, samperin, tanya lagi, samperin hingga menemukan sanggar yang mau menerimaku. Aq ke sanggar dua hari sekali selama hampir sebulan. Kebetulan sanggar tempatku belajar ini adalah langganan anak-anak SMK buat PKL. Jadi Aq disana belajar ma anak-anak SMK. Rameee banget, penuh guyonan khas anak usia SMA.
Di sana Aq belajar bikin kerajinan dari tanah liat dengan berbagai teknik. Ada teknik cetak padat, cetak tuang, pilin, putar, bikin cetakan dari gips, dan banyak lagi. Nah, setelah tanah liat kita bentuk, kita keringkan, permukaan kita haluskan, barulah kita bakar tanah liat tersebut. Pembakaran pertama disebut pembakaran biskuit, hasilnya kemerahan kaya batu bata. Setelah dibakar biskuit, gerabah kita bersihkan dari debu, dan kita warnai. Pewarnaan bisa dengan kuas, atau dicelup untuk warna ynag penuh. Pencelupan cukup susah loh, karena tidak boleh terlalu tebal atau terlalu tipis. Langkah masih terus berlanjut. Setelah diwarna, baru kita bakar lagi dengan suhu yang sangat tinggi. Pembakaran terakhir bisa bikin kita pangling dengan gerabah kita. Gerabah kita berubah menjadi keramik yang mengkilat, amboi..cantiknya!
Walau terlihat mudah, tapi cukup susah juga bikin keramik. Butuh ketlatenan ekstra. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa Aq ingin blajar keramik. Aku berharap dengan belajar keramik, Aq berlatih lebih sabar dan teliti. Rupanya terapi keramik tidak cukup mempan bagiku, ini terlihat dari kramikQ yang parah, jelek banget. Jadi di sana Aq Cuma jadi bahan olok-olok semua orang. "Wah, hebat..selain Mbak Yuwan gak ada loh yang bisa bikin keramik sejelek itu.."seloroh mereka. Ugh...! Tapi namanya guyon, tetap aja bersambut tawa.
Yah, walaupun hasil karyaku masih jelek, juga bahasa ingrisQ masih payah, tapi Aq seneng banget menghabiskan liburan di Pare dan Kasongan. Aq belajar hal baru dan berkarya. Dan yang paling berharga adalah Aq mendapat saudara-saudara baru di Kasongan dan penjuru Indonesia oleh-oleh dari Pare
Walau ‘judulnya' liburan, masa liburanku gak selalu kuhabiskan dengan berlibur. Aq pernah menghabiskan liburan full di kampung, bersama keluarga yang selalu mengangeniku. Lalu pernah juga sebaliknya, malah kerja dobel, ikut kerja bareng EO selain kerjaan lamaku.
Lalu liburan kali ini? Hm..bisa dibilang Q gak ada kerjaan. Tapi ternyata liburan kali ini gak se-nganggur yang kukira, karena kerjaanku sekarang full time. Jadinya hariku terasa lebih seimbang dan Aq lebih bisa menikmati hari. Selepas kerja Q jadi ada waktu buat masak, makan bareng anak kost yang lain, ngobrol, bahkan masak penganan kecil, di mana hal-hal tersebut jarang bisa kulakukan pas hari kuliah.
Dan yang bikin Aq sangat exited, Aq juga dapet keterampilan baru, mengesol!! Iya..karena nganggur, Aq iseng-iseng benerin sepatu dan tas. Lhah..jebule bisa!! 1 sepatu , 2 sandal, dan 3 tas bisa kubenerin. Lumayanlah.. Jadi misal ada acara grebek tas (yah semacam penggeledahan tas artis oleh infotainment..) pasti infotainmen heran mengapa ada lem, gunting,cutter, tang, benang, paku, dan korek di tasku. Jika ditanya kenapa, dengan bangga akan kujawab: "Yah.., buat cadangan profesi.."
Sekarang, tinggal latihan vokal, (SSSOOOOL...SSEEE..PA..TUUUUU...!!), dan bersiap menjalani rutinitas, karena minggu lalu liburan semester ganjil secara resmi telah berakhir (dah bolos seminggu demi memperpanjang liburan maksudnya..). Semangat..!!!
No current events.