| 
ShoutBOX |
Latest Message: 9 hours, 56 minutes ago
  • Vhiesta : Assalamu'alaikum Wr.Wb...
  • yuwan : pikunQ parah nih, kumat.. tadi malem baru inget kalo hari ini ada ujian. Doain ya, moga otak pikunQ sukses nginget belajar kebut semalemQ.. Sad
  • yuwan : met pagi semua..
  • inung_sense : telah q temukan pahlawan masa kecilku...
  • inung_sense : doain y... moga inung sukses ujian semester...amin...amin...
  • okta265 : masih ada yang online?
  • aisha : Yup. Emang banyak peran yg sulit dihindari. Kasihan...kalau ada yg 'ga pernah jatuh cinta ampe berdarah-darah. Nikmati aja peranmu dik. Kamu hidup karna darah cinta dan kangen orang lain. Camkan itu..adinda yg Lucu. Tunaikan lah peran mu untuk membenci. Kami berusaha menghargai itu. Exclamation
  • nayla-saiia : wui . orangnyaa sukaa gaa adaa .
  • TikaLucu : Neng Ayu, itu PM saya masuk ngga yak? Soalnya error2, ga tau kenapa Very Happy. Halo juga Very Happy
  • shinta : Halo Dida....hehee..sorry,bs balas, tadi gi sibuk nyari2 sesuatu di internet ^_^
  • dida Farida : mbak Shintaaaaa..
  • inun : gak pernah ada orang
  • inun : kok kalo aku keini selalu aja sepi
  • inung_sense : pilek,cuy!!!hatcing!!!
  • pakpenyo : Selamat Hari Minggu!
  • dida Farida : aku mau UAS niy,doakan ya teman-temaaaan ^.^
  • TikaLucu : T__T
  • TikaLucu : benci dengan kata 'koneksyen taim out' *curhatdotkom*
  • aisha : SEMUA ADA 'MOMENTUM'nya
  • aisha : SEMUA ADA WAKTU NYA
  • aisha : Maaf ya dik...saya belum bisa message balik, udah saya coba tapi agak eror. Salam manis. Laughing
  • aisha : buat adik manis..yasiroh_4mantic...udah klas brapa..tinggal di mana? Razz
  • aisha : mengapa orang tenggelam? Mr. Green
  • mizz onta_kr : kangeeeennnn letto...
  • TikaLucu : wahaha, Letto januari mulai sibuk Wink, semangaaat Very Happy
  • shinta : HAlo Tyttha, Zahra..met tahun baru juga ya..thank you buat kiriman messagenya...
  • shinta : selamat siang semuanya.....
  • irin : Nayla...Ol to???
  • irin : Didamanies...munculo saiki da !!! Coba deloken iki...
  • irin : Assalamu'alaikum....!!!!
  • irin : MANIES SEKALI DADADA....!!!!
  • irin : AKU ISO MLEBU AKIRE.....
  • irin : DIDAMANIES !!!!!
  • miea : xan smw
  • miea : kemana gerangan
  • miea : hum..
  • miea : lama tag sua
  • TikaLucu : siang juga mbak shinta Very Happy
  • shinta : Selamay siang semuanya.....
  • TikaLucu : gajahlah kebersihaan =)), siang semua Very Happy
  • aisha : GAJAH apa yg anti global warming? Mr. Green
  • dida Farida : mari saling menghargai privacy ^.^
  • dida Farida : aisha: sms mas hendra gak dibales? itu bukan wewenangku untuk nyuruh mas hendra mbales thoo Nduk.. aku tidak tahu menahu soal itu..
  • dida Farida : heppi nu year ^.^
  • MYRI OYE : happy new year
  • TikaLucu : Get the new spirit for the new year.. Happy New Year 2009, friends!
  • Vhiesta : Assalamu'alaikum Wr.Wb...
  • TikaLucu : Tar lg taon baru. Hehe ah besok saya pulang, dadah jogjaa...haha,daku tak pernah mlupakanmu.. Ah, tika lebay =))
  • TikaLucu : Yg ada di jogja, tadi ngerasa ada gempa ga?cuma beberapa detik.saya kaget banget.untung ga jantungan, huhuu
  • TikaLucu : Skarang mlem menuju taon baru klo taon barunya.. Ya taon depan. Hhihi... Ah, saya makin mlem makin eror XD

Only registered users are allowed to post

Band nDeso? Apanya yang nDeso? PDF Print E-mail
Posted by Dipa Surya | Sunday, 25 February 2007 07:00  |  Articles
"Tentu Mengejutkan jika kesan ndeso yang sangat dijauhi oleh dunia entertainment tiba-tiba menjadi identitas dari sebuah grup band. Jika simbol ini dijadikan energi akan sangat dasyat!"Pertama kali saya terkesan dengan Letto ada karena jargon yang dimunculkannya sebagai "band ndeso".

Bukan karena saya juga juga "wong ndeso" yang membuat saya tertarik dengan band ini. Yang membuat saya terkesan adalah keberaniannya untuk mengusung sesuatu yang ditinggalkan oleh banyak orang. Rano Karno misalnya, lebih terkenal sebagai "si Doel Anak Sekolahan" yang identik dengan tokoh betawi totok yang hidup di ibukota daripada sekedar anak kampong. Meskipun jujur saja saya belum pernah menemukan orang Betawi yang bernama Rano Karno. Adanya jiung, mamat, dulah, dll. Itu karena Betawi tidak dianggap sebagai ndeso seperti Jowo dan pulau-pulau lain diluar kota-kota besar, makanya rano milih jadi Betawi daripada ngikut leluhurnya. Inul Daratista yang asli dari kampung kecil di Jawa Timur saja kini sudah tidak bisa lagi dilihat sebagai seorang "ndeso" . Bahasanya sudah lu-lu gue-gue, ini belum termasuk dandanannya yang jika dilihat dari jauh seperti "bangjo". Artinya simbol "ndeso" seakan-akan merupakan sebuah simbol yang harus ditinggalkan sebagai sebuah syarat kemajuan dan bisa diterima dikomunitas masyarakat modern. Lha tiba-tiba sekarang sebuah grup band yang sedang naik daun justru memakai memakai symbol "ndeso" sebagai identitas. Sungguh grup musik yang aneh!

Saya tidak benar-benar yakin bahwa teman-teman Letto benar-benar "wong ndeso" yang udik, yang masih menyebut stasiun dengan stapsiun dan menyebut TV dengan radio gambar. Darimana bisa menyebut mereka sebagai ndesit kalo sang vokalis saja lulusan "luar negeri", sementara yang lain adalah kuliah di universitas paling terkenal di Indonesia. Meskipun sama-sama wong ndeso kayaknya faktor ini yang membuat mereka berbeda sekali dengan nasib saya. Saya juga nggak yakin kalo mereka nggak kenal dengan salon, spa, café, fast food atau playstation. Jadi sebenarnya dimana letak ndesonya Letto itu. Saya takut jangan-jangan teman-teman ini cuma pengen sekedar "beda" saja dengan band-band lain alias sensasi.

Saya berharap teman-teman Letto memahami secara utuh makna dan kedasyatan dari symbol "ndeso" yang mereka pergunakan. Saya kira secara substansial adalah sebuah anggapan yang kurang pinter kalo mengatakan bahwa ndeso itu adalah sesuatu yang kuno, kerdil, terbelakang, uncivilized dan manghambat modernisasi dan teknologi. Kultur Jowo Ndeso itu sebenarnya adalah sebuah spirit dan instrument yang dasyat jika digunakan dengan benar (kecuali oleh pendekar berwatak jahat, hehehe...). Methode dan strategi ndesolah yang membuat Soeharto berkuasa selama 32 tahun. Sementara Gus Dur dan Mega yang meninggalkan itu cuma kebagian masing-masing setengah babak, bahkan Habibie cuma dapat perpanjangan waktu. Kita belum tau seberapa lama SBY mampu jadi penguasa. Jadi menurut saya jangan sampai symbol ndeso hanya sekedar menjadi "stempel" tanpa makna.

Kalo mau lebih mudah sebenarnya ya jadi band-band kota saja. Karena yang perlu dipikirkan cuma show, penjualan kaset, beli rumah dan mobil. Kalo sukses tinggal menikmati hura-hura dan ajib-ajib di night club dan cafe-cafe. Kalo kurang seru bikin pesta narkoba dan ditemani oleh gundik-gundik, mau yang local atau interlokal asal punya duit, dijamin gampang. Nanti kalo pas liburan jalan-jalan keluar negeri. Mau cari pacar gampang! Di Jakarta mulai yang tipe 36 hingga penthouse semuanya ada! Tinggal mau cari yang jam-jaman, harian, bulanan atau tahunan. Semuanya bisa diatur! Show ke daerah-daerah fasilitasnya bisa milih! Minta hotel berbintang yang adem! Kalo tidur tinggal pilih selimut yang hangat atau yang hidup, semua bisa diatur bersama EO!

Jadi sebenarnya disinilah letak kegembiraan saya. Letto hadir dengan symbol ndesonya yang kita tahu terkenal dengan kebersamaan, gotong royong, tolong menolong dan harmoni. Ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso tut wuri handayani. Tinggal metodenya diolah seperti apa sehingga mampu membangun taste tersendiri. Ndeso tidak ada hubungannya dengan salon, spa, facial, dll. Memakai baju merk Cardinal, Lea, Levis's atau Black ID nggak masalah. Itu tidak ada hubungannya dengan ndeso dan kutho. Ndeso tidak berarti Letto mesti berpakaian compang-cambing yang robek, nggak perlu pake beskap dan blangkon. Karena itu bukan ukurannya. Ndeso merupakan spirit yang luar biasa yang menjadi motor penggerak bagi keberlangsungan republic Letto ini. Letto harus mampu membuatnya menjadi sebuah spirit sehingga mampu menjadi sebuah grup musik terdepan yang berkarakter. Untuk sementara bolehlah memakai strategi gerilya dulu sebelum mengepakkan sayap yang mampu mengguncang dunia pada masa yang akan datang.

Saya nggak ngerti apa nyambung tulisan saya dengan cita-cita Letto. Namanya juga wong ndeso mas. Bisanya yo sukur ngomong tanpa ada rem. Terbiasa jujur dan blak-blakan, nggak bisa memoles kata-kata dan membungkusnya dengan manis seperti orang-orang kota. Namun percayalah bahwa saya memiliki keinginan yang besar agar letto mampu bertarung melawan dunia ini. Teruslah berjuang teman-teman! Jadilah yang terbaik! Saya cuma bisa berdoa dan beli kasetnya satu biji saja pada tiap album!

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
 
feed image
Copyright © 2008 Letto. All rights reserved.