| 
ShoutBOX |
Latest Message: 9 hours, 10 minutes ago
  • Vhiesta : Assalamu'alaikum Wr.Wb...
  • yuwan : pikunQ parah nih, kumat.. tadi malem baru inget kalo hari ini ada ujian. Doain ya, moga otak pikunQ sukses nginget belajar kebut semalemQ.. Sad
  • yuwan : met pagi semua..
  • inung_sense : telah q temukan pahlawan masa kecilku...
  • inung_sense : doain y... moga inung sukses ujian semester...amin...amin...
  • okta265 : masih ada yang online?
  • aisha : Yup. Emang banyak peran yg sulit dihindari. Kasihan...kalau ada yg 'ga pernah jatuh cinta ampe berdarah-darah. Nikmati aja peranmu dik. Kamu hidup karna darah cinta dan kangen orang lain. Camkan itu..adinda yg Lucu. Tunaikan lah peran mu untuk membenci. Kami berusaha menghargai itu. Exclamation
  • nayla-saiia : wui . orangnyaa sukaa gaa adaa .
  • TikaLucu : Neng Ayu, itu PM saya masuk ngga yak? Soalnya error2, ga tau kenapa Very Happy. Halo juga Very Happy
  • shinta : Halo Dida....hehee..sorry,bs balas, tadi gi sibuk nyari2 sesuatu di internet ^_^
  • dida Farida : mbak Shintaaaaa..
  • inun : gak pernah ada orang
  • inun : kok kalo aku keini selalu aja sepi
  • inung_sense : pilek,cuy!!!hatcing!!!
  • pakpenyo : Selamat Hari Minggu!
  • dida Farida : aku mau UAS niy,doakan ya teman-temaaaan ^.^
  • TikaLucu : T__T
  • TikaLucu : benci dengan kata 'koneksyen taim out' *curhatdotkom*
  • aisha : SEMUA ADA 'MOMENTUM'nya
  • aisha : SEMUA ADA WAKTU NYA
  • aisha : Maaf ya dik...saya belum bisa message balik, udah saya coba tapi agak eror. Salam manis. Laughing
  • aisha : buat adik manis..yasiroh_4mantic...udah klas brapa..tinggal di mana? Razz
  • aisha : mengapa orang tenggelam? Mr. Green
  • mizz onta_kr : kangeeeennnn letto...
  • TikaLucu : wahaha, Letto januari mulai sibuk Wink, semangaaat Very Happy
  • shinta : HAlo Tyttha, Zahra..met tahun baru juga ya..thank you buat kiriman messagenya...
  • shinta : selamat siang semuanya.....
  • irin : Nayla...Ol to???
  • irin : Didamanies...munculo saiki da !!! Coba deloken iki...
  • irin : Assalamu'alaikum....!!!!
  • irin : MANIES SEKALI DADADA....!!!!
  • irin : AKU ISO MLEBU AKIRE.....
  • irin : DIDAMANIES !!!!!
  • miea : xan smw
  • miea : kemana gerangan
  • miea : hum..
  • miea : lama tag sua
  • TikaLucu : siang juga mbak shinta Very Happy
  • shinta : Selamay siang semuanya.....
  • TikaLucu : gajahlah kebersihaan =)), siang semua Very Happy
  • aisha : GAJAH apa yg anti global warming? Mr. Green
  • dida Farida : mari saling menghargai privacy ^.^
  • dida Farida : aisha: sms mas hendra gak dibales? itu bukan wewenangku untuk nyuruh mas hendra mbales thoo Nduk.. aku tidak tahu menahu soal itu..
  • dida Farida : heppi nu year ^.^
  • MYRI OYE : happy new year
  • TikaLucu : Get the new spirit for the new year.. Happy New Year 2009, friends!
  • Vhiesta : Assalamu'alaikum Wr.Wb...
  • TikaLucu : Tar lg taon baru. Hehe ah besok saya pulang, dadah jogjaa...haha,daku tak pernah mlupakanmu.. Ah, tika lebay =))
  • TikaLucu : Yg ada di jogja, tadi ngerasa ada gempa ga?cuma beberapa detik.saya kaget banget.untung ga jantungan, huhuu
  • TikaLucu : Skarang mlem menuju taon baru klo taon barunya.. Ya taon depan. Hhihi... Ah, saya makin mlem makin eror XD

Only registered users are allowed to post

Andai Aku Punya Sedikit Rasa Itu PDF Print E-mail
Posted by ampuh! | Thursday, 12 April 2007 07:00  |  Articles

(Setelah dua kali kemaren kita mengangkat topik bahasan khusus, kali ini cerpen aja, biar nggak jenuh yaa?. Tulisan ini dibuat sudah lama seh sekitar 2003-an tapi mudah-mudahan masih ada sisi pesan yang masih aktual. Ayo yang punya cerpen ngikoooooooooooooot......)

Hitam dan lurus, begitulah rambut yang aku miliki. Banyak yang bilang rambutku indah dan lebat. Tapi aku lebih senang pada kulitku, setiap hari aku rawat dan aku perhatikan. Kasar atau bersisik adalah satu hal yang membuatku risih untuk memiliki. Jadi pada siku hingga telapak kaki, kulitku yang kuning itu mulus, lembut dan selalu bersih. Kebersihan diri memang aku biasakan sejak kecil.

Berumur tiga belas tahun, ada hal yang menakjubkan pada diriku. Kini bentukku telah mulai tampak sempurna. Seperti layaknya perempuan dewasa. Aku tumbuh menjadi seorang gadis, dadaku mulai tumbuh, dan pinggulku mulai membesar. Bangga juga aku dibuatnya, rambutku makin indah, hidungku selalu dapat pujian, bulu mataku yang lentik dengan mata yang bening ini dibilang seperti mata elang. Indah sekali kiranya bila kupakai celana ketat seperti Britney Spears, pasti aku kelihatan seksi dan enak dilihat. Biar bukan aku saja yang bisa melihat perubahan dramatis pada tubuhku.

Sebenarnya pinggul dan dadaku belum begitu besar, tapi aku ingin melihat reaksi laki-laki saat melihatnya dengan busana ketatku. Kupilih warna kuning, warna yang mencolok untuk kausku. Kemudian jeans hitam dengan aksen belel di paha, “Hmm.. emang udah kayak gadis dewasa!”. Kini aku tahu ternyata penampilanku berhasil membuat laki-laki memandangiku. Kini aku berani menilai diriku bahwa aku memang indah.

Tapi selalu ada hal lain yang membuat aku belum puas. Yakni gaya bicaraku yang dianggap masih kekanak-kanakan. Aku mempelajari gaya bicara gadis-gadis dewasa pujaanku. Ada Nur Sitizaliha seorang penyanyi jiran. Ada Priskayanti, dan ada Imul Parasita. Tampaknya susah bergaya bicara ala Siti, bukan karena dialek asingnya, namun ada hal lain yang tak aku miliki, aku nggak tahu!. Susah juga bergaya bicara seperti Priskayanti karena aku nggak begitu pintar dan pengetahuanku tak seluas Priskayanti, aku nggak mau memaksakan diri. Bukan pula Imul, meskipun gaya bicaranya mudah untuk aku tiru namun masalahnya, kebanyakan laki-laki hanya senang dengan gaya panggungnya, bukan gaya bicaranya. Yang paling praktis menurutku aku harus jadi diriku sendiri, yang paling mudah aku lakukan, dan yang lebih penting harus mengundang ketertarikan laki-laki. Ketertarikan laki-laki sangat penting artinya karena berarti itu adalah sebuah legitimasi teradapku bahwa aku telah berhasil menjadi gadis dewasa.

Akhirnya satu lelaki tertarik kepadaku. Dua, tiga, hingga beberapa. Aku jual mahal dikit. Dikejar-kejar laki-laki merupakan kebanggaan tersendiri. Lagian aku nggak mau laki-laki yang mendekatiku gampang patah semangat.

Akhirnya aku pacaran juga dengan salah satunya. Pasti banyak yang kecewa, tapi bukankah cinta nggak dapat dipaksa? Diajaklah aku ke tempat-tempat indah dan romantis. Sesuai dengan seleraku yang gemar dengan kesenangan. Aku jadi hanyut dan begitu menyayanginya. Sepertinya aku tak ingin lepas dari dirinya. Aku dimanjakan, dan diperlakukan seperti ratu. Sebagai kompensasinya, aku berikan apa kemauannya. Apa yang aku terima darinya sepertinya mengalir terus. Seperti juga pemberianku padanya, aku berikan padanya pipiku, bibirku, dadaku, pinggulku, tubuhku, untuk dijamah dan dia miliki. Aku pasrah. Aku tak berdaya menolak dan nggak mau menolak. Seperti mengalir begitu saja.

Tapi akhirnya dia meninggalkanku. Alasannya, setelah kejadian itu aku jadi gampang marah, pencemburu, dan tidak romantis lagi. Tapi kemarahanku sebenarnya hanya ingin menguji kasih sayangnya, aku takut kehilangan dia setelah dia mendapat segalanya dariku. Ternyata betapa aku sangat takut kehilangan, kini dia telah meninggalkanku. Tak berperasaan.

Kini umurku tujuh belas tahun. Aku telah sangat berpengalaman dalam hal berhubungan dengan laki-laki. Dari cara mendekati, gaya pacaran, hingga bagaimana membawanya ke sebuah sensasi yang pasti membuatnya bahagia. Tapi aku merasa tak pantas lagi untuk memilih-milih. Aku takut mengecewakan pilihanku. Aku hanya mencari lelaki yang mencintaiku dan mengerti keadaanku. Meskipun sebagai perempuan sebenarnya aku tetap mengharapkan kehadiran laki-laki yang baik dan setia. Tapi dibanding lelaki idamanku itu, seberapa nilai diriku sekarang.

Aku kini sering gonta-ganti pacar, dari teman-temanku di SMU sampai anak-anak kuliah yang senang dengan cewek sekolahan. Nggak ada rasa cinta, hanya hura-hura, dan kesenangan sesaat. Aku ingin melampiaskan kekesalanku dengan menikmati nasibku sekarang. Aku nggak mau hanyut dalam kepedihan. Aku harus menerima kenyataan bahwa aku takkan kembali semula. Aku sudah rusak dan kerusakanku ini tak boleh membuat aku menyerah. Entah sudah berapa laki-laki yang berkelahi karena aku, berapa banyak perempuan mengancamku. Entah berapa banyak laki-laki ngajak aku pergi. Dan nggak aku ingat betul, sudah berapa laki-laki yang berbagi kehangatan atas diriku. Berapa banyak pula laki-laki yang menderita, karena hanyut mencintaiku. Hidupku memang begini, mudah digapai, mudah memberi dan mudah melupakan. Banyak laki-laki patah hati karena aku, tapi aku memang harus memberi pengalaman pada kehidupannya. Bahwa hidup tak selamanya seperti impian. Ada senang ada sedih, ada pahit ada getir, itulah kenyataan hidup. Tak bisa ditangkal dan tak bisa dielak, yang penting jangan patah atau menyerah. Tetap jalani hidup, tetap dinikmati dan terima apa adanya. Seperti sikapku.

Kini umurku dua puluh enam tahun. Aku makin cantik dan kini aku tak perlu gonta-ganti laki-laki. Ada seorang anak pejabat yang memberikan aku kebahagiaan. Rumah mewah, mobil mewah, uang belanja, jalan-jalan ke luar negeri, dan party-party yang hampir tiap hari. Inilah hikmah dari penderitaanku. Hidupku telah mapan dan kenangan pahit di masa lalu hanyalah goresan pahit yang mengantarkan aku pada keadaan sekarang. Syaratnya hanya satu, tak boleh menghanyutkan diri dalam cinta atau semua kepahitan itu kembali lagi.

Kini umurku duapuluh delapan tahun. Teman-teman sebayaku pasti banyak yang bahkan sudah punya anak. Bentukku semakin sempurna untuk penampilan seorang perempuan dewasa. Tapi hingga kini aku belum menikah. Aku masih menyenangi kesendirian ini dengan segala kemewahan yang seperti tak pernah berhenti. Kalau lagi suntuk biasa aku nikmati kota ini dengan sedan biruku, sambil sedikit mengenang masa-masa lalu.

Tiba kupandangi seseorang yang sepertinya aku kenal, Kartii!!! Tak mungkin akau salah terka, hitam, hidung besar, dan rambut ikal. Hey dia sudah bersuami dan bahkan memiliki seorang anak yang lucu, suaminya gagah kayaknya angkatan. Aku berhenti dan mereka aku traktir minum di sebuah tenda es cendol. Tidak menyangka mengingat dia sangat introvert waktu SMU, dia sering menjadi bahan ejekan, tapi dia nggak peduli dan memang dia membuktikannya hari ini bahwa semua ejekan anak-anak sekolahan menengah itu itu tidak perlu dia tanggapi. Diam diam aku cemburu dengan kehidupannya. Mereka hidup berumah-tangga. Memiliki anak-anak yang mungil dan lucu-lucu, dan merawatnya dengan penuh cinta, ...Cinta..., . Telah lama kata-kata itu menjadi benda usang dalam hidupku. Aku memang tak menghendakinya, pengalamanku soal cinta telah menyadarkanku bahwa cinta adalah penderitaan. Berbeda dengan hidupku sekarang yang tanpa cinta, penuh dengan kebahagiaan dan akan terus begini hingga aku bosan. Jadi kenapa aku harus cemburu pada Karti?.

Tapi tampaknya kini pun aku mulai bosan, anak pejabat itu kini sering membawa perempuan muda ke rumah. Aku terbakar. Aku marah. Aku cemburu. Obat-obatan aku pilih untuk menghiburku. Apakah ini semua berarti aku telah mencintai laki-laki ini?, atau aku takut kehilangan kebahagiaanku?. Aku tak ingin mencintai karena bagiku cinta tak membahagiakan. Namun mengapa, meskipun rumah, mobil, dan fasilitas lain masih tetap aku miliki, kebahagiaan itu serta-merta sirna tatkala melihat perempuan muda ini bertingkah mesra dengan lelakiku, di depan mataku. Hatiku perih, jantungku berdebar-debar. Tubuhku serasa berisi bara yang menganga yang membuat pandanganku jadi berwarna merah.

Pisau dengan sidik jariku itu mengakhiri semuanya, itulah bukti yang memberatkan hingga aku kini berada di teralis besi sebagai hadiah ulang tahunku ke tigapuluh. Tubuhku telah kering karena obat, kulitku kusam, dan rambutku tipis. Tak menarik dan malah menakutkan laki-laki.

Belum sempat aku merasakan satu hal yang dilakukan perempuan dewasa, menikah, bersuami, memiliki anak, dan mengasuhnya.. Teman-teman sebayaku bahagia di luar sana dengan kehidupan rumah-tangganya. Bahkan Karti, yang paling hitam waktu SMU kini telah beranak dua dari laki-laki yang bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang_ sejak pertemuan dua tahun lalu kami sering kontak, dan kini dialah yang paling setia dan sering menjengukku di penjara, orang yang pernah sangat meremehkannya_, Sedang aku?, mungkin umurku nggak akan sampai tigapuluh satu, karena sebentar lagi aku akan dieksekusi mati. Jaksa penuntut didesak oleh pejabat yang anaknya aku bunuh juga keluarga dari perempuan itu untuk memberikan tuntutan maksimal padaku. Sedang pengacaraku tak sangup membela.

Kini, akhir hidupku telah ditentukan. Pembunuhan itu tak aku sesali, juga tubuhku yang kini tak menarik, juga gagalnya pengacaraku dalam membelaku. Satu hal yang aku sesalkan, kenapa aku tak pernah berpikir untuk merasa malu. Andaikan ada! Sedikit, sedikiiit saja. Mungkin aku takkan ditelanjangi laki-laki, tak akan kehilangan mahkota, takkan mengenal kehidupan glamour, takkan hidup dalam kehampaan, aku serius sekolah, menikah, dan bahagia membina rumah tangga. Ternyata sangat mulia dan agung menjadi sorang ibu. Mungkin, aku akan benar-benar sempurna menjadi perempuan dewasa.

Selamat tinggal kawan-kawanku. Jagalah baik-baik rasa malu yang kalian miliki. Semoga kalian selamat.

Demikanlah cerita pendek dari saya, semoga bisa menularkan manfaat.

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
 
feed image
Copyright © 2008 Letto. All rights reserved.