| 
ShoutBOX |
Latest Message: 18 minutes ago
  • ep2110 : Smile
  • yuwan : hallo..
  • yuwan : akhirnya dah terkumpul..
  • Vhiesta : Assalamu'alaikum Wr.Wb...
  • yuwan : pikunQ parah nih, kumat.. tadi malem baru inget kalo hari ini ada ujian. Doain ya, moga otak pikunQ sukses nginget belajar kebut semalemQ.. Sad
  • yuwan : met pagi semua..
  • inung_sense : telah q temukan pahlawan masa kecilku...
  • inung_sense : doain y... moga inung sukses ujian semester...amin...amin...
  • okta265 : masih ada yang online?
  • aisha : Yup. Emang banyak peran yg sulit dihindari. Kasihan...kalau ada yg 'ga pernah jatuh cinta ampe berdarah-darah. Nikmati aja peranmu dik. Kamu hidup karna darah cinta dan kangen orang lain. Camkan itu..adinda yg Lucu. Tunaikan lah peran mu untuk membenci. Kami berusaha menghargai itu. Exclamation
  • nayla-saiia : wui . orangnyaa sukaa gaa adaa .
  • TikaLucu : Neng Ayu, itu PM saya masuk ngga yak? Soalnya error2, ga tau kenapa Very Happy. Halo juga Very Happy
  • shinta : Halo Dida....hehee..sorry,bs balas, tadi gi sibuk nyari2 sesuatu di internet ^_^
  • dida Farida : mbak Shintaaaaa..
  • inun : gak pernah ada orang
  • inun : kok kalo aku keini selalu aja sepi
  • inung_sense : pilek,cuy!!!hatcing!!!
  • pakpenyo : Selamat Hari Minggu!
  • dida Farida : aku mau UAS niy,doakan ya teman-temaaaan ^.^
  • TikaLucu : T__T
  • TikaLucu : benci dengan kata 'koneksyen taim out' *curhatdotkom*
  • aisha : SEMUA ADA 'MOMENTUM'nya
  • aisha : SEMUA ADA WAKTU NYA
  • aisha : Maaf ya dik...saya belum bisa message balik, udah saya coba tapi agak eror. Salam manis. Laughing
  • aisha : buat adik manis..yasiroh_4mantic...udah klas brapa..tinggal di mana? Razz
  • aisha : mengapa orang tenggelam? Mr. Green
  • mizz onta_kr : kangeeeennnn letto...
  • TikaLucu : wahaha, Letto januari mulai sibuk Wink, semangaaat Very Happy
  • shinta : HAlo Tyttha, Zahra..met tahun baru juga ya..thank you buat kiriman messagenya...
  • shinta : selamat siang semuanya.....
  • irin : Nayla...Ol to???
  • irin : Didamanies...munculo saiki da !!! Coba deloken iki...
  • irin : Assalamu'alaikum....!!!!
  • irin : MANIES SEKALI DADADA....!!!!
  • irin : AKU ISO MLEBU AKIRE.....
  • irin : DIDAMANIES !!!!!
  • miea : xan smw
  • miea : kemana gerangan
  • miea : hum..
  • miea : lama tag sua
  • TikaLucu : siang juga mbak shinta Very Happy
  • shinta : Selamay siang semuanya.....
  • TikaLucu : gajahlah kebersihaan =)), siang semua Very Happy
  • aisha : GAJAH apa yg anti global warming? Mr. Green
  • dida Farida : mari saling menghargai privacy ^.^
  • dida Farida : aisha: sms mas hendra gak dibales? itu bukan wewenangku untuk nyuruh mas hendra mbales thoo Nduk.. aku tidak tahu menahu soal itu..
  • dida Farida : heppi nu year ^.^
  • MYRI OYE : happy new year
  • TikaLucu : Get the new spirit for the new year.. Happy New Year 2009, friends!
  • Vhiesta : Assalamu'alaikum Wr.Wb...

Only registered users are allowed to post

(anggap aja cerpen..) DIALEKTIKA FLU BURUNG PDF Print E-mail
Posted by ampuh! | Saturday, 12 May 2007 07:00  |  Articles

Keseimbangan itu sebenarnya sudah tercipta sejak awal.

Sejenak kita boleh melupakan bahwa angsa adalah angsa, itik adalah itik, ayam adalah ayam, dan burung ya burung. Dalam istilah biologi ayam dan unggas lainnya, sebenarnya tergolong aves yaitu jenis burung. Akhirnya pada satu titik, kita tidak mengakui bahwa ayam adalah burung karena hanya ciri khas dari burung yang bisa terbang tidak lagi dimiliki oleh ayam rumahan, ayam kandang yang telah jinak. Sementara ayam yang masih bisa terbang seperti burung serta-merta disebut sebagai ayam hutan. Konotasi hutan pasti yang liar, seram, tak berbudaya, dan terbelakang. Dalam melihat kehidupan dimana tatanan dilanggar, pelanggarnya akan mendapat konotasi yang buruk, kalau si pelanggar tidak memiliki kuasa atas diri sendiri apalagi orang lain. Tercipta petak-petak istilah menurut sifatnya.

Kembali pada burung, burung pada dasarnya makhluk paling bebas, bisa di darat, di udara, bahkan di laut. Namun tiba-tiba kita dapati bahwa burung telah berada di lingkungan yang sempit-sesempit-sempitnya dibanding luasnya wilayah yang sebenarnya bisa dijangkau dan disediakan untuknya. Burung terkungkung dalam sangkar dan tetap harus menunjukkan dirinya bahagia kepada si pemberi sangkar. Keterkungkungan itu membuat burung tidak bisa ngapa-ngapain kecuali pasrah.

Hingga pada suatu ketika, pada saat kekuatan tidak menjamin diri sendiri, pada saat kebebasan terpenjara, pada saat ketertindasan menjadi nafas, di saat perlawanan terbentur dinding pembatas, tiba-tiba muncul flu burung yang mencemaskan manusia. Sementara burung sendiri tidak tahu kalau ada flu seperti itu, dan serta-merta dia harus bertanggung-jawab menghadapi resiko disingkirkan dengan tidak manusiawi oleh manusia. Diracun, dibakar hidup-hidup, dan gunjingkan kejelekannya disana-sini. Sementara serta-merta manusia lupa kalau burung pernah menghiburnya, pernah menemani kesepian2nya. Dan ayam yang mau disembelih, dijadikan lauk, diambil telur-telurnya, juga tersingkir karena pada saat genting manusia harus men-general-kan identitas untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan bencana akibat dari keluarga burung.

“Kenapa manusia harus membuat keputusan yang menyalahkan burung tanpa diruntut siapa tahu sumber kesalahannya dari diri mereka sendiri, dari kelalaiannya sendiri” . Salah satu tokoh burung berkata kepada dirinya sendiri, karena dengan kerangkeng sangkar seperti itu membuat dia tidak mampu menyampaikan unek-uneknya kepada kaum burung yang lain. Akan tetapi ternyata keadaan itu telah menciptakan sistem komunikasi baru bagi burung. Yakni sistem komunikasi yang hanya mengandalkan gelombang senasib-sepenanggungan dengan frekuensi sama-sama merasa dan sama-sama harus bangkit.

Setelah sekian lama manusia sibuk mengurusi kesalahan burung yang tidak termaafkan tiba-tiba sangkar-sangkar sudah semakin rapuh, burung-burung menjebol sangkar itu dan kembali belajar terbang namun tak perlu belajar berkicau agar alam menjadi berseri, karena sejak lama sejak di dalam sangkar, burung berusaha mengkhidmati keterpenjaraannya dengan hiburan yang dia ciptakan sendiri. Dengan kicaunya yang merdu padahal sendu, yang meriah padahal marah. Burung telah lama merajut cinta kepada penciptanya Burung pun merasai kebebasannya dalam mengarungi angkasa cinta Ilahi yang lebih luas dari dunia. Pada saat itu, burung tidak keberatan kehilangan sayapnya karena angkasa yang luas itu telah diarunginya.

Namun untuk terbang dengan bebas mengarungi hamparan udara ternyata tidak semudah itu. Sayap sudah terbiasa dipasung dan itu turun-temurun. Bergenerasi-generasi. Sadar! sekarang bukan saatnya berdiam diri menghanyuti arus kebebasan tapi bahkan berupaya lebih keras dalam menata dan mengembalikan fungsi diri dengan semestinya.

Apakah kamu sadar? sekarang kalian juga burung yang sedang belajar terbang, atau bahkan masih di dalam sangkar, atau bahkan mungkin sedang terancam disingkirkan karena meski kamu ayam atau angsa, atau bebek, atau entok, kamu tetap burung!

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
 
feed image
Copyright © 2008 Letto. All rights reserved.