|
Kalo temen-temen PLETTONIC pernah liat acara grand final pemilihan bintang Pantene beberapa waktu lalu pasti familiar dengan kalimat dan judul tadi.
Tantowi Yahya bertanya pada salah satu kontestan sore itu, begini pertanyaannya "Jika kamu
harus terdampar di sebuah pulau terpencil, dimana disana tidak ada
kehidupan sama sekali, maka tiga benda apa saja yang akan kamu bawa?"
begitu kurang lebih pertanyaannya.
Coba jika pertanyaan itu dilontarkan pada kita, hal apa atau benda apa saja yang langsung
terbersit dipikiran teman-teman yang kira-kira akan dibawa saat terdampar nanti?
Saat itu yang langsung terbersit di pikiran saya adalah korek api tragis bukan? Pasti heran
kenapa tragis kan masih masuk akal!! Ayo kita cari jawabannya di paragraf selanjutnya....
Bandingkan dengan jawaban dari kontestan yang diberi pertanyaan, gini katanya: "kalau
saya terdampar di pulau tersebut, benda pertama yang akan saya bawa
adalah alat ibadah, kenapa! Karena saat kita sedang sendiri di pulau
tersebut dan tak ada seorang pun yanng bisa menolong kita, kita hanya
bisa memohon pertolongan pada Tuhan, yang telah menciptakan kita dan
yang telah menakdirkan kita untuk berada di pulau tersebut, sebab hanya
Dia lah yang dapat menolong kita dari keadaan yang kita alami
bagaimanapun keadaan itu, saat kita sedang berada di antara kerumunan
orang, maupun saat kita sendiri di pulau antah berantah yang tak ada
orang sama sekali....!!!"
Dari perbandingan itu saja sudah menunjukkan betapa tragisnya diri saya, kontestan itu saja
langsung ingat pada Tuhannya saat mendengar petanyaan itu, kenapa saya
kok tidak. Berarti itu menunjukkan betapa kurangnya rasa cinta saya
pada Tuhan, yang seharusnya terjadi kan adalah kita selalu mengingat
Allah SWT dalam setiap keadaan.
Lanjutkan ya,"....kemudian benda kedua adalah album kenangan yang berisi foto-foto keluarga,dan teman-teman yang menyayangi saya dan pernah berada di sekeliling saya, karena siapa lagi yang akan saya kenang saat
sendiri selain orang-orang yang pernah mengenal saya. Kemudian ebnda
ketiga adalah cermin, sebab saat saya berada di pulau yang tak
berpenghuni siapa lagi yang akan saya lihat selain diri saya sendiri,
jadi dengan cermin itu saya bisa melihat diri saya sendiri dan
perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh saya." Begitu kira-kira
jawaban lainnya dari kontestan tersebut.
Nah keren kan jawabannya. Hal ini sangat membuka mata hati saya akan eksistensi saya sebagai
makhluk Tuhan, sebagai manusia yang hidup di lingkungan masyarakat dan
sebagai manusia.
Yang jelas pernyataan ini sudah menyirami jiwa saya, memberi inspirasi dalam hidup saya
serta patut untuk kita renungi bersama, bagaimana dengan teman-teman???
 |