|
Kota Solo... kota tempat kesenian asli Tarian indah murni irama yang mengiringi Banyak pesiar sejak purba hingga kini Para Agung serta Pendeta sungguh maha sakti ...
Kata-kata di atas adalah sebuah lirik lagu keroncong tentang keindahan kota Solo yang bersinar dan amat berbudaya. Pengarangnya pasti menaruh rasa cinta yang mendalam terhadap Kota Solo. Kecintaan itu bukan sekedar disebabkan oleh bentuk bangunan atau keindahan alamnya, namun justru lebih ke pemenuhan nurani soal keindahan budaya dan latar sejarah yang begitu membanggakan. Kini, Solo sudah menjadi kota modern yang bersama-sama membangun daerahnya dengan nuansa modern. Akan tetapi Solo tidak mau kehilangan begitu saja polesan tradisi untuk merias wajah kotanya. Setiap bangunan dan institusi yang berada di Solo tidak melupakan aksara Jawa bersamanya. Ini wujud kecil untuk memperlihatkan jadi diri kota Solo. Cukupkah dengan itu? ternyata tidak! Solo terus membangun kotanya dengan semangat tradisi yang kental. Bahkan kota Solo menjuluki dirinya dengan "Spirit of Java", penataan kota terus dilakukan, kebersihan terus di jaga, dan pembangunan ruang publik tidak dilupakan. Salah satu ruang publik yang telah disediakan kota Solo adalah City Walk, sebuah jalan yang membentang jauh sepanjang Jl. Slamet Riyadi. City walk disediakan untuk penyegaran dan tempat berkumpul masyarakat Solo. Selain lebar dan leluasa untuk berjalan kaki, sepanjang jalan ini juga dihias dengan taman yang indah, arsitektur yang menawan, dan bagi yang gemar berinternet, bisa akses secara gratis di sini. Pohon-pohon besar yang menaungi jalanan ini tetap dipertahankan, sehingga menambah nuansa eksotis dan sangat menentramkan. Jalan ini mau tidak mau memberi nilai tambah terhadap semangat kota Solo. Karena jalanan ini begitu memberikan makna, maka oleh sekelompok anak muda yang tergabung sebagai pLettonic kota Solo memberikan sebutan atau panggilan sayang untuknya, yaitu "Dalan Kamukten". Tentu ini bukan nama resmi, meski demikian pLettonic kota Solo tidak sembarangan saja dalam memberikan titel tersebut. Mungkin di tulisan lain, soal ini bisa dibahas secara khusus. Kembali berbicara soal Kota Solo. Pada bulan Februari ini, kota ini akan memperingati hari jadinya yang ke-264, tepatnya tanggal 17 Februari. Pemerintah Kota Solo mempersiapkan sebuah wujud syukur dengan meningkatkan kegiatan yang bersifat budaya. Kegiatan kebudayaan tersebut dinamai "Solo Adiluhung 2009", pemrakarsanya adalah pLettonic kota Solo yang didukung penuh oleh Pemkot Solo.Yang lebih membanggakan, kegiatan budaya ini dikomandoi oleh pemuda-pemuda yang masih terhitung sebagai pelajar. Tentu ini preseden baik bagi Kota Solo, bahwa kegiatan berkualitas tidak menjadi dominasi orang tua, namun bisa dipercayakan juga kepada anak-anak muda. Langkah ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Solo sangat bijak dan tentu juga apresiatif terhadap mutu dan perkembangan generasi mudanya. Direncanakan bahwa kegiatan penuh cita-cita ini akan diadakan pada tanggal 13, 14,dan 15 Februari mendatang. Tiga hari berturut-turut. Di sana Anda tidak hanya disuguhi dengan tontonan, tapi juga semarak stan yang berderet di sepanjang Dalan Kamukten ( City Walk). Pameran pendidikan tentang pesona budaya dan ragam stan kuliner yang mengundang selera. Bukan hanya Satu, tapi Empat
Anda pasti tahu Kabuki, Bagaimana dengan Kethoprak? Anda kenal Sesame Street? Bagaimana dengan Wayang? Gamelan? Pasti Anda tahu. Namun apakah Anda tahu ada Ketoprak yang bukan humor, dan juga bukan nama makanan? Silakan lihat nanti di Dalan Kamukten. Wayang Kulit Radjakaya yang unik bahkan sudah jadi langganan keliling luar negeri, bisa juga Anda nikmati. Gamelan? musik etnik yang tidak terkalahkan di dunia ini juga akan tampil dengan nuansa yang segar dan menghibur. Durasi masing-masing acara tidak panjang, tapi khasanah budayanya bisa Anda rasakan sendiri nanti. Belum lagi nanti akan hadir berbagai macam performance menggelitik dari para seniman-seniman musik, tari, dan teater kota Solo. Dalan Kamukten terbentang sekitar 6 hingga 7 kilometer, bukan jarak yang pendek. Namun pada hari itu bisa jadi Anda tidak merasakan lelah. Sebab Solo Adiluhung akan memanjakan Anda dengan menyediakan panggung pertunjukan yang bisa Anda nikmati sambil makan kacang atau jagung rebus. Mungkin bisa juga Anda minta dipijit? Silakan minta ke pasangan Anda. Jumlah panggung pertunjukan yang akan mempertontonkan aneka seni dan estetika tradisional ini bukan hanya satu, melainkan empat panggung sekaligus. Setiap panggung dinamai nama-nama Punokawan, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Jangan sampai Anda kehilangan jadwal masing-masing panggung kalau ingin puas menikmati perjalanan sarat hiburan ini dan menyejukkan hati ini. Jadwal bisa minta kepada panitia atau membaca pada papan pengumuman yang telah disediakan. Seperti apa Solo Adiluhung? Kita nantikan bersama-sama.
Trackback(0)
 |
Jd pengen dtg dh ke acara itu,tp apalah daya. Sbagai seorang bawahan alias karyawan rendah seperti saya,ga mungkin bs mnta izin bwt prgi dr Jakarta ke Solo
Slain itu jg ongkos ksana lumayan jg bwt buruh sperti saya.
Tp sumpah,dgr crita'a maz Ampuh tuch,aku jd tertarik buangetz bwt datengin kota Solo. Maybe,stlh celengan ayam ku cukup,aku harus ksana n mrasakan brjalan di spanjang City Walk alias Dalan Kamukten. Bwt relaksasi gitchu....
Solo,Tunggu aku,aku pasti datang......!!!!!