Musik Spesial Trans TV

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by HC / LettoLink Monday, 28 January 2008 18:06

Musik Spesial Trans TV"Aku kok deg-degan yo dab", kata Patub saat perjalanan menuju studio Trans TV, Minggu malam, 27 Januari 2008. Ya, karena memang malam ini adalah malam yang begitu besar buat Patub karena dia akan menjadi "Soft Opening" acara Musik Spesial Trans TV yang disiarkan secara Live.

Tapi Letto tidak tampil sendirian. Ada beberapa band lain yang juga mengisi acara ini seperti Kerispatih, Drive dan Mata. Memang malam yang luar biasa bagi Patub dan tentu bagi Letto, karena di acara ini, Letto menampilkan lagu-lagu yang diambil dari album satu dan dua dalam nuansa yang berbeda, dengan aransemen yang sama sekali baru.

Patub sendiri direncanakan akan mengisi "Soft Opening" dengan sebuah tembang Jawa. Sebuah tembang yang tentunya temen-temen pLettonic belum pernah mendengarnya. Dan sekedar informasi, Patub nih memang biangnya lagu-lagu Jawa (etnik) karena memang dulu sebelum Letto terbentuk, Patub sudah bergabung menjadi salah satu "kru" nya Gamelan KiaiKanjeng yang notabene memakai alat musik gamelan sebagai sarana komunikasi dengan audiens.

Acara yang diundur selama setengah jam untuk Breaking News untuk mengenang dan menghormati wafatnya Pak Harto. But it’s ok. Acara tetap berlangsung lancar, ramai dan penuh sesak dengan hadirnya kelompok-kelompok penggemar dari empat band tersebut, termasuk temen-temen pLettonic yang dikoordinasi oleh Rumah Tongkrongan.

Musik Spesial Trans TV

Sesuai rencana, Patub membuka acara dengan melantunkan sebuah tembang Jawa. Seluruh pengunjung terhenyak, kaget dan surprise demi mendengar seorang Patub ternyata tak cuma piawai memainkan gitar, tapi juga ternyata punya bakat terpendam nguri-uri kabudayan melantunkan lagu Jawa. Suasana hening dan sepi larut dalam tembang Jawanya Patub pecah saat musik yang mengiri "Soft Opening" disambung dengan lagu pembuka dari Letto yang memainkan lagu Permintaan hati dari album Don't Make Me Sad.

Sesaat setelah lagu Permintaan Hati kelar, Noe mengajak semua yang hadir untuk sejenak menghormati dan mengenang kembali jasa-jasa Jenderal Besar Soeharto. Ya, terlepas dari semua kasus dan tuduhan yang sekarang banyak ditujukan kepadanya dan keluarganya, Pak Harto adalah orang besar yang sangat berjasa kepada Indonesia. Dan beliau layak mendapat tempat sebagai pahlawan bagi bangsa ini.

Musik Spesial Trans TVKemudian acara dilanjutkan lagi dengan penampilan berturut-turut dari Drive, Kerispatih dan Mata. Dan Letto kembali tampil dengan lagu Sebenarnya Cinta dan disambung dengan lagu Love of My Live nya Queen. Arasemen yang sangat maanis dipergakan Letto dalam menggabungkan dua lagu tersebut. Dilanjutkan dengan lagu Sebelum Cahaya yang digabungkan dengan petikan Phipha yang dimainkan oleh Gina. Suasana hening sesaat pada intro lagu, seakan semua larut pada "gaib" nya Phipha dan begitu dalamnya makna lagu Sebelum Cahaya. Sebuah kolaborasi yang begitu luar biasa. Again, thanks to Gina....

Waktu demi waktu berjalan. Letto kembali menampilkan lagu Ruang Rindu yang dimainkan oleh hampir semua band yang ada. Vokalis dan gitaris Kerispatih, mata dan Drive bahu-membahu menyanyikan lagu Ruang Rindu yang diaransemen ulang ala musik padang pasir. Tak cukup dengan itu, seluruh teman-teman player Letto pun mau berepot-repot ria dengan mengenakan kostum ala padang pasir, bahkan Cornel pun dengan rela menutupi wajahnya dengan sorban. Alhasil, suasana padang pasir begitu kentara di lagu ini.

Dua jam sudah hampir tak terasa. Letto menutup acara ini dengan lagu manis dari album pertama, Truth, Cry and Lie, Sandaran Hati. Begitu banyak kenangan manis. Dan akhirnya, terima kasih kepada semua temen-temen pLettonic, baik yang hadir di studio maupun yang tidak dan terima kasih juga kepada Rumah Tongkrongan yang selalu siap repot untuk "mengumpulkan teman-teman pLettonic". See you next time....

Events

No current events.