|
Ditengah-tengah kesibukan berbagai promo album lethologica baik media cetak maupun radio, kita juga mendapatkan kesempatan untuk mengisi kemeriahan acara yang di bawakan oleh Indra Bekti dan Indie Barents, ya apalagi klo bukan Ceriwis, acara talk show yang saat ini masih ada di rating paling atas dan acara yang memang sangat berbeda dengan acara talk show lainnya, bahkan sampai saat ini acara itu seperti sudah memiliki penonton sendiri diseluruh penjuru tanah air, walaupun acara itu sempat pindah jam tayangnya menjadi pagi hari, namun Ceriwis tetap "ceriwis".
Pada episode Ceriwis kali ini mengambil tema Jawapolitan, dimana dalam tema ini membahas kehidupan kita yang mencari nafkah di Jakarta dan tetap berdomisili di Yogyakarta. "Kenapa sih kalian kok gak tinggal aja di Jakarta", tanya Indra Bekti. "Mungkin karena tradisi, ke-khas-an kota Yogya seperti angkringan yang menjual "nasi kucing" yang bikin kita enggan untuk meninggalkan Yogya dan berdomisili di Jakarta, lagian di Jakarta waktu kita juga banyak habis dijalan karena macet", jawab Noe. "Tapi kita tetap bayar pajak lho, walau kita tinggalnya di Jogja", celetuk Patub. Segment berikutnya acara diisi dengan games. Dalam games ini temen-temen Letto di minta untuk menebak judul lagu dari cuplikan lagu yang dimainkan oleh home band Ceriwis. Kelucuan si Pam-pam mampu mengocok perut kita, karena setiap lagu yang berhasil kita tebak ia akan menari layaknya seperti bidadari yang anggun, alhasil, perut gendutnya ikut bergoyang kekiri kekanan! Masih di Ceriwis pagi manis, selanjutnya Letto membawakan lagu yang menjadi hits single album Lethologica, Lubang di Hati. Setelah menyanyikan lagu itu, pertanyaan pun mulai dilontarkan oleh Indi Barents dan Indra Bekti seputar lagu itu, baik arti dari judul lagu itu hingga siapa si penciptanya, kemudia Indi juga bertanya tentang Widi, additional player Letto yang selama ini memang enggan untuk di expose, dan Indi Barents pun memanggil Widi untuk duduk bersama-sama dengan Noe, Patub, Arian, dan Dhedhot. Selanjutnya Noe di buat terkejut oleh bingkisan yang sudah disiapkan oleh tim ceriwis, bingkisan yang berisi sebuah TV mini berdimensi 4 inchi, sepertinya tim Ceriwis tau sekali kalau si Noe paling tidak suka nonton TV, begitu juga dengan Patub yang di beri bingkisan berupa korek api seperti hobinya mengoleksi korek api, "Ada gak korek api yang paling jauh kamu dapatkan? Dimana?" tanya Indie Barents. "Yang paling jauh korek api dari Kanada, tapi bukan aku yang beli langsung kesana, tapi nitip sama Noe", jawab Patub. Sedangkan Arian juga kaget setelah melihat isi bingkisan untuknya, ternyata isinya sebuah buku tentang kumpulan cerita-cerita horor! Tau aja klo mas Arian paling takut sama yang namanya horor! Sedangkan Dhedot malah bengong setelah melihat isi bingkisannya berupa tutup panci, seketika Dhedot terkenang dengan masa lalu yang sering menggunakan tutup panci ketika latihan menabuh drum dirumahnya.... Nice moment!
Trackback(0)
 |