|
Disaat sebagian orang sedang terlelap dalam tidurnya, sebagian
sedang berbenah untuk memulai aktifitasnya, dan sebagian lagi tengah
bersiap-siap untuk menjalankan ibadah sholat subuh, dan di sela-sela semua
aktivitas itu tadi, rombongan letto sedang meluncur menuju bandara
internasional Sukarno-Hatta untuk melanjutkan promo tournya menuju kota Kapuas
Kalimantan Tengah untuk event hari jadi Kab. Kapuas
yang ke 202 tahun.
Tepat pukul 06.10 WIB pesawat Boing 737 900 ER yang membawa
kita takeoff dari bandara Sukarno-Hatta menuju bandara Syamsudin Noor
Banjarmasin dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 50 menit. Alhamdulillah pada
pukul 09.00 WITA kita semua sampai juga di bandara Syamsudin Noor tetap dalam
keadaan sehat walafiat, kemudian kita langsung menuju muka bandara karena kita
sudah di tunggu oleh panitia penyelenggara yang akan membawa kita menuju kab. Kapuas. Hampir sekitar dua setengah jam kita menempuh
perjalanan menuju Kapuas, ada hal yang sangat menarik dalam dua setengah jam
perjalanan ini, di mana saat kita masih berada di Banjarmasin, kita masih
menggunakan waktu Indonesia bagian timur, dan ketika kita sudah menempuh
perjalanan hampir satu jam lebih ke Kapuas, kita melintasi garis khatulistiwa
yang mengajak kita menggunakan waktu Indonesia bagian barat lagi. "Wah, asyik
yo...nek pas Ramadhan buko puoso ne neng Banjarmasin
wae...magrib'e luwih cepet", canda Patub waktu di dalam mobil.
Dan sekitar pukul 11.30 WIB rombongan kita sudah sampai di Guest
House asyik dan nyaman karena letaknya tepat dipinggir salah satu aliran dari
sungai Kapuas, dan tanpa istirahat terlebih dulu, kita langsung berfoto-foto
dipinggiran sungai itu sambil menikmati suasana sungai Kapuas. Kemudian setelah
kita rilex sejenak, kita langsung menuju café kapal untuk makan siang, makanan
khas laut yang di sajikan dengan sambal yang pedas langsung kita sikat habis,
sebuah hidangan yang memang lezat, sehingga membuat kita semua mengeluarkan
keringat dan umbelen. "Sambele enak dab," komentar pak Alex sambil mengusap-usap cairan dari hidung.
Kemudian setelah menjalankan kewajiban tadi, tim Juru Ngelu
yang di komandoi oleh Orjo langsung menuju venue untuk melakukan sound chek,
karena ternyata acara yang semula di jadwalkan mulai pada pukul delapan malam,
di majukan menjadi pukul empat sore ini juga, karena situasi dan kondisi di
Kab. Kapuas pada saat itu kurang kondusif
pasca pilkada, apalagi setelah Bupati dan Wakilnya yang terpilih dilantik dua
hari yang lalu, suasana Kab. Kapuas semakin
tidak kondusif. Sebuah masalah klasik yang ternyata masih melekat kuat di negara kita.
Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB, para player kita hendak
bersiap-siap diri, dan tiba-tiba saja "Banyune mati! Banyune mati! Wedhus!" teriak Patub
dari dalam kamar. "Wah, piye iki? Kota air kok buat mandi aja gak ada
air," celetuk Dhedot. Berbagai cara terus mereka lakukan agar bisa mandi, dari
kamar satu dan ke yang lainnya mereka cek semua untuk mencari air untuk mandi,
walaupun airnya sedikit coklat, Patub, Dhedhot, Cornel dan Widi tetap saja
mandi dengan air itu, karena itu yang bisa membuat mereka segar kembali setelah
beraktifitas sebelumnya, sedangkan Noe tidak kebagian air lagi untuk mandi, dan
Aldi pun tak kehilangan akal untuk itu, ia langsung mencari dan mengumpulkan
air mineral botol untuk mandinya Noe, dan sekitar sepuluh botol lebih air
mineral yang 600ml di habiskan Noe untuk mandi!
Setelah mereka siap semua, merekapun akan segera menuju venue untuk menjalankan kewajibannya. Saat tiba di venue, Noe, Patub, Arian,
Dhedhot, Cornel, dan juga Widi terpana melihat ribuan orang sudah memadati area
depan panggung dan sekitar lokasi acara, jelas emosi mereka jadi terpacu untuk
tampil habis-habisan. Awal acara di buka dengan pentas seni dengan menampilkan
tarian khas rakyat Dayak, setelah itu Bupati terpilih Bapak Ir. H. Muhammad
Mawardi, MM memberikan sambutannya, dalam sambutannya beliau mengatakan secara
jujur di depan semua yang hadir memadati lokasi dan kepada Letto khususnya Noe,
bahwasannya dalam setiap masa kampanyenya Bapak Mawardi selalu menyanyikan lagu
Sebelum Cahaya dan dalam orasinya beliau berjanji akan mendatangkan Letto ke Kab.
Kapuas jika beliau menang dalam pemilihan, dan
saat ini semua janji itu bisa beliau wujudkan. "Saya bangga dan sangat terharu,
dulu saya bisa mendatangkan Cak Nun dan KiaiKanjeng nya, dan saat ini saya bisa
mendatangkan Noe dan Lettonya," ucap Pak Mawardi dengan mata berkaca-kaca haru
sambil merangkul Noe yang saat itu berdiri di sampingnya. Selanjutnya Pak
Mawardi mempersilahkan Letto untuk acara selanjutnya, karena ini adalah yang
utama dan penonton pun juga sudah tidak sabar lagi, sambung Pak Mawardi lagi
sambil mengajak semua penonton berteriak-teriak memanggil-manggil Letto...Letto...Letto....
Dengan penuh semangat yang menggebu-gebu, Letto membuka
penampilannya dengan lagu Truth, Cry, and Lie, Kau, Aku dan Obsesiku, dan lagu
kenangan masa muda Pak Mawardi Love of
My Life yang di sambung dengan lagu Sebenarnya Cinta, suasana pun jadi
makin meriah dan ramai ketika Letto membawakan lagu nasional Berkibarlah
Bendera Ku yang membuat penonton jadi berteriak air...air...air.... Dan seketika saja
air dari mobil pemadam kebakaran di semprotkan ke segala arah penonton. Sadar
kalau Letto di jadikan bagian yang utama dalam acara ini, Noe, Patub, Arian,
dan Dhedot tampil habis-habisan, terlihat dari lagu Heartbreaker yang
menampilkan aksi solo masing-masing person, seluruh penonton mereka buat
histeris memanggil-manggil nama mereka, sungguh luar biasa acara sore ini.
Di ujung penampilan Letto, Noe mencoba membuat kenyataan apa
yang telah dilakukan oleh Pak Mawardi saat kampanye, Noe mengajak Pak Mawardi
dan Pak Suraria naik ke panggung untuk bernyanyi bersama lagu Sebelum Cahaya,
ternyata bapak-bapak ini sudah hapal sekali lagu ini, dan seluruh penonton yang
ada juga ikut bernyanyi, sebuah pemandangan yang mengharukan karena lagu Sebelum
Cahaya dinyanyikan dengan perasaan yang sangat dalam, hingga lagu ini berakhir
maka berakhir juga penampilan Letto pada acara ini, akan tetapi penonton yang
sudah terbius oleh penampilan Letto jadi berteriak lagi...lagi...lagi....Patub,
Arian, Cornel yang semula sudah meletakkan gitarnya, memberi isyarat kepada yang
lain untuk memainkan satu buah lagu lagi, dan kemudian mereka membawakan
tembang manis berjudul Kemesraan milik Iwan Fals dan lagu itupun di nyanyikan
bersama-sama Pak Mawardi dan Pak Suraria dan juga seluruh penonton.... Kapuas
Hebat!
Kemudian setelah acara sore ini berakhir, rombongan Letto
pun kembali ke Guest House untuk beristirahat, dan sekitar pukul tujuh malam ternyata
kita mendapat undangan kehormatan untuk acara makan malam bersama Pak Mawardi
beserta tim suksesnya dari beberapa daerah dan juga dari Korea. Acara
makan malam berjalan sangat santai sekali, dimana setelah makan pak Bupati
mempersilahkan semua untuk bernyanyi yang di iringi oleh sebuah keyboard. Di awali oleh Pak mawardi yang
bernyanyi, kemudian para tim sukses pak Mawardi yang bernyanyi lagu-lagu
kesukaanya, dan rombongan Letto pun mendapat jatah untuk bernyanyi lagi, dan
karena teman-teman player sudah lelah, maka Letto di wakili oleh Darto, salah
satu Juru Ngelu kita yang membawakan dua buah lagu dan sedikit humor dan
candaan. "Kapan lagi bisa bernyanyi dan gojek di depan orang-orang pentingnya Kab.
Kapuas," kata Darto sambil tersenyum.
Selamat atas terpilihnya Bapak Ir. H. Muhammad Mawardi, MM dan
Bapak Suraria Nahan, Dipl ATP, ST sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kab. Kapuas 2008-2013.
Semoga kedatangan Letto saat ini selain ikut memeriahkan hari jadi kab. Kapuas yang ke 202, Letto juga sudah jadi salah satu
bagian dari item janji Pak Mawardi yang di wujudkan, dan semoga item
janji-janji yang lain saat beliau berkampanye bisa di penuhi dan di wujudkan semua,
Amiiin....
 |
jangan2 90% alasan warga memilih bpk Mawardi karena janji mw datengin letto kalie ya?? :p :p
ttg air yang warnanya coklat itu cuma buat mandi y??bukan sikat gi2 jg kan? :grin :grin