|
Alhamdulillah pada pukul 11.10 WIB pesawat kita mendarat dengan mulus di bandara Adi Sucipto Yogyakarta setelah menempuh sekitar satu jam perjalan udara dari Jakarta. Pada hari ini kita akan ikut memeriahkan rangkaian acara Karnaval SCTV pada malam nanti dan Hip-Hip Hura pada esok harinya. Setelah mengumpulkan dan mengcroschek barang dan alat bawaan kita dari bagasi pesawat, sejenak kita beristirahat di café mini di sekitar bandara sekedar untuk minum dan melepas sedikit lelah. Setelah itu rombongan kita bagi menjadi dua, tim juru ngelu langsung menuju tempat acara di alun-alun utara Yogyakarta untuk melakukan sound chek, sedangkan para player menuju base camp untuk mempersiapkan rencana penampilan mereka malam nanti.
Saat tiba di base camp, kita langsung sedikit berdiskusi tentang rencana penampilan kita malam nanti sambil diselingi sedikit gojekan-gojekan yang memeras perut. Malam nanti Letto tidak tampil sendiri, ada Naff, Repvblik, Radja, Sherina, dan band konco dhewe Jikustik. Sebuah tantangan tersendiri buat kita tampil menghibur di hadapan wong Jogja mengingat band-band sukses asal Jogja sebelum Letto, tidak pernah sukses jika manggung di daerah sendiri. Sukses disini buakan berarti tidak ada yang menonton lho...tapi sukses dalam arti penonton yang mau ikut berinteraksi dengan band itu sehingga suasana konser berjalan asik, meriah, dan tentu saja tidak anarkis. Untuk itu kita harus berdiskusi mempersiapkan rencana jitu agar semuanya sesuai dengan yang kita harapkan, mengingat acara malam nanti akan disiarkan langsung oleh SCTV ke seluruh penjuru tanah air.
Pukul 20.00 WIB kita semua menuju Alun-Alun Utara Yogyakarta untuk menjalankan tugas, sesampainya disana kita langsung melakukan gladi resik dan final sound chek dengan membawakan lagu Permintaan Hati, setelah semuanya selesai para player pun langsung di make up wajahnya agar terlihat "ganteng" saat di depan kamera nanti. Letto membuka penampilannya dan langsung menggebrak penonton dengan lagu Permintaan Hati, Noe yang semula ada di panggung utama, berlari menuju panggung kecil yang ada di depan penonton, Noe pun langsung mengacungkan mic miliknya kearah penonton saat lagu mulai memasuki bait reff, sungguh mengagumkan!! Semua penonton jadi berjingkrak dan ikut bernyanyi lagu itu hingga selesai. Sebuah poin plus untuk Letto dan sebagai titik pacu di lagu-lagu berikutnya. Kemudian acara diisi oleh penampilan Jikustik, Naff, Radja, Sherina, dan Republik dengan lagu-lagu andalan mereka, dan selain Permintaan Hati Letto juga membawakan lagu-lagu andalan seperti Sandaran Hati, Sebelum Cahaya dan Sampai Nanti Sampai Mati versi Timur Tengah yang menjadi lagu penutup dan terheboh di rangkain acara pada malam ini, karena lagu itu bisa mengajak semua penonton berjoget ala dangdut dan timur tengah. Malam yang indah karena kita bisa tampil maksimal dan bisa mengajak wong jogja ikut bernyanyi, berjingkrak dan bergoyang bersama…Salut! Kemudian setelah acara selesai kita semua kembali ke base camp, selain menikmati nasi gudeg, kita semua mengevaluasi kembali apa yang kurang dalam penampilan tadi sambil bergojek ria. Kurang lebih dua jam kita jagongan, kita pun segera beranjak untuk beristirahat karena esok pagi kita juga akan menghibur wong Jogja kembali dalam acara Hip-Hip Hura.
Pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB, Pak Men sudah terlihat sibuk di base camp kita, "Patub...Dedhi... ayo tangi, wes jam wolu ki....". Pak Men pun juga terus berusaha membangunkan Arian dan Noe...dan sekejap saja suasana base camp berubah heboh dan sangat ribut karena semua berebut kamar mandi.
Setelah semuanya siap kita langsung berangkat menuju alun-alun utara, sesampainya disana penonton sudah memadati halaman dari Keraton Yogyakarta itu. Membuka acara dan mengawali penampilannya Letto membawakan lagu Permintaan Hati, hal yang menarik dalam acara ini adalah bukan karena penonton yang ramai dan mau ikut bernyanyi dan bergoyang, tapi pertukaran posisi di player Letto, dimana Arian juga menunjukan keahliannya dalam memainkan gitar dan Patub juga menunjukkan kelihaian jarinya dalam memetot senar bass, luar biasa!! Dan di lagu berikutnya yaitu Memiliki Kehilangan, posisi gitar tetap pada Arian dan Patub di bass sehingga setelah acara selesai, banyak para pLettonic yang bertanya melaui SMS, kaget, heran, dan gak percaya, itulah pertanyaan-pertanyaan yang banyak dilontarkan. Kok mas Patub yang pegang bass...? Kok gitarisnya Ari...tapi semua itu gak ada salahnya khan...?? Just nice moments!
 |