|
Fans adalah sebuah acara Trans TV dimana sesorang yang mempunyai mimpi untuk bertemu sosok tokoh yang ia kagumi dan kemudian terwujud menjadi kenyataan untuk bertemu. Dan kali ini Retno, seseorang yang sangat ingin sekali bertemu dengan Letto yang selama ini ia impi-impikan untuk bertemu. Retno adalah seorang gadis Solo yang hijrah ke ibukota Jakarta untuk membantu orang tuanya yang mengais rezeki dalam sebuah kelompok paguyuban ketoprak humor.
Dalam perjalanan hidupnya, Retno termasuk orang yang sangat sederhana sekali, pola hidup prihatin yang ia terapkan membuat semua orang kagum dan terharu, termasuk kita, dan selain ikut berperan di dalam paguyuban ketoprak yang dipimpin langsung oleh ayahandanya, ia juga bekerja sebagai pengasuh bayi. Ketelatenannya dalam mengurus bayi itulah yang sangat membentuk kepribadiannya menjadi seorang yang begitu penyayang dan juga penyabar. Dan dihari ulang tahunnya yang ke-19 kali ini, ayah dan ibunda Retno sangat ingin sekali memberikan sebuah kado yang sangat berharga untuknya, dan pada saat itulah ayahanda Retno dan pihak TransTV membuat sebuah rencana skenario agar semua ini bisa terlaksana, dan setelah cross check sana-sini, termasuk ke pihak Letto yang kebetulan ada jadwal pentas di Semarang dan Solo, akhirnya skenario yang diinginkan ayahanda Retno pun bisa terwujudkan, semuanya pun mereka atur sendiri sedemikian rupa. Dari kubu Letto, setelah sekitar dua jam lebih menempuh perjalanan dari kota Semarang dengan sebuah bus, akhirnya kita sampai juga di Solo. Dan sesampainya disana kita semua langsung bergegas untuk menurunkan barang bawaan kita dari bus ke dalam hotel yang kita singgahi, dan di lobby hotel itu ternyata kita sudah ditunggu oleh tim acara fans dari Trans TV, segera saja Noe, Patub, Arian, dan Dhedot beserta crew TransTV segera menuju auditorium hotel yang berada di bawah lobby hotel, disitu sudah tampak semua crew kethoprak yang sedang merias diri masing-masing dan ada juga yang sedang mengingat-ingat dialog, Noe dan kawan-kawan pun juga langsung di rias dan memakai kostum ketoprak. Setelah itu teman-teman Letto pun diberi pengarahan tentang alur ceritanya oleh ayahanda Retno yang juga berperan sebagai sutradara, dan dalam ceritanya nanti teman-teman Letto berperan sebagai tamu di kampung itu yang bisa bernyanyi lagu Ruang Rindu. Pementasan ketoprak pun di mulai, sedangkan Retno belum juga hadir di lokasi karena sedang berkunjung ke rumah neneknya bersama kedua adiknya, setelah hampir setengah jam pementasan, akhirnya Retno datang bersama kedua adiknya dan langsung menonton aksi peran dari sang ayah dan juga ibunya, alur cerita terus berjalan sesuai dengan skenario dan dibagian cerita dimana ayah Retno ingin memperkenalkan tamunya kepada ibu Retno, teman-teman Letto pun segera naik keatas panggung dengan mengenakan topeng, dialog pun juga berjalan seperti yang di rencanakan yang mana ada dialog dari ibu Retno yang meminta mereka untuk bernyanyi lagu Ruang Rindu, mereka pun langsung bernyanyi lagu itu. "Wah... suarane mirip seperti penyanyi asline yo pak," kata Retno kepada ayahnya. Retno yang duduk di bagian depan pun juga ikut bernyanyi lagu itu dengan perasaan yang dalam dengan memejamkan matanya sambil memegang dadanya, dan saat itulah Noe membuka topengnya sambil berjalan turun kedepan panggung dan langsung menggandeng Retno untuk naik keatas panggung, spontan saja Retno terkejut saat ia membuka matanya, seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat, ia pun langsung menangis haru sambil terus bernyanyi lagu Ruang Rindu dan berjalan keatas panggung bersama Noe. Saat itu juga kue khas ulang tahun juga dibawa keatas panggung oleh crew Trans TV dan meminta Retno untuk meniup lilinnya, Retno pun semakin tak karuan menahan semua yang ia rasakan, senang, bahagia, terharu, sedih dan juga bangga bercampur menjadi satu. "Ini seperti mimpiku, ini kayak mimpiku," ucap Retno terbata-bata. Sebenarnya kata-kata fans itu tidak ada didalam kamus Letto. Letto lebih menyukai mereka sebagai teman, sahabat dan kerabat. Agar kita semua sama-sama bisa saling bersapa secara dekat jika bertemu, dan tidak hanya sekedar minta foto atau tanda tangan. "Justru kami sangat berterima kasih kepada mereka, karena mereka semua Letto bisa seperti ini," ucap Noe, Patub, Arian dan Dhedot tentang arti sebuah fans.
 |