Letto Batal Tampil di Wonogiri

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by HC / LettoLink Saturday, 01 March 2008 21:40

Letto Batal Tampil di WonogiriPukul sebelas malam setelah tampil di acara MTV Soundsation, rombongan Letto langsung segera bergegas mengemasi alat-alat untuk melanjutkan perjalanan promo tour menuju Wonogiri. Bus yang disediakan panitia datang langsung dari Wonogiri sudah menunggu di pelataran parkir untuk membawa rombongan kita menuju kota itu. Tepat pukul dua belas malam, bus langsung segera berangkat menuju Wonogiri dan prediksi waktu tempuh sekitar12-13 jam kita sampai di tempat. Suasana ramai dan sedikit "gila" mewarnai perjalanan. Tapi satu jam kemudian, Aldi Pak Manager bingung, "kok dadi sepi to?". Oalah...ternyata satu persatu teman-teman Letto telah pulas tertidur karena kecapekan. "Asem tenan, bul wes do micek to....", umpat Aldi sambil terkantuk-kantuk dan sebel karena cuma dia dan pak sopir yang masih terjaga.

Sepuluh jam kemudian, Letto sampai di daerah Pemalang Jawa Tengah, dan sejenak kita beristirahat untuk menghangatkan badan dengan secangkir teh, kopi dan semangkuk soto khas Pemalang. Disela canda tawa menikmati hidangan itu, Aldi tampak begitu cemas, ragu dan khawatir. Pertama, khawatir dan ragu dengan panitia yang mengundang kita untuk main di Wonogiri, karena tidak ada satupun panitia yang terlihat ikut menjemput rombongan Letto. Yang kedua, khawatir rombongan Letto tidak akan sampai di Wonogiri tepat waktu, mengingat saat ini sudah pukul 10.30 WIB dan kita baru sampai di Pemalang, sedangkan perjalanan ke Wonogiri membutuhkan waktu sekitar 5 jam lagi, sedangkan acara akan di mulai pada pukul 20.00 WIB. Setelah ditenagkan oleh temen-teman Letto yang lain, Aldi sedikit tenang dan melakukan kontak dengan Management di Jogja untuk melakukan cross check ke panitia yang ada di Wonogiri.

Perjalanan dilanjutkan kembali. Dan kekhawatiran Aldi segera menjadi kenyataan. Bus yang ditumpangi rombongan Letto terjebak macet di jalan semi tol Kendal - Semarang yang panjangnya mencapai 2 km. Butuh waktu sekitar satu jam sebelum bus menemukan sebuah persimpangan jalan alternatif dan diputuskan untuk melewati jalur itu karena mengejar waktu yang semakin mepet. "Wah, piye iki, iso check sound ora yo", tanya temen-temen yang mulai ikut khawatir.

Pukul 16.30 WIB, akhirnya rombongan Letto sampai di kota Wonogiri dan disambut guyuran hujan yang sangat deras. Tapi masih lumayan, masih ada beberapa jam untuk mempersiapkan diri. Tim Juru Ngelu segera menuju venue untuk mempersiapkan alat dan melakukan check sound. Sedang temen-temen player beristirahat sejenak untuk mempersiapkan diri tampil pada malam harinya. Tapi rasa gelisah dan khawatir membuat teman-teman Letto tidak mampu memejamkan mata dan akhirnya memilih untuk sekedar "cangkrukan" didepan kamar Patub sambil "nggosip dan udad-udud".

Sekitar pukul 19.20 WIB, saat teman-teman player bersiap, tiba-tiba ada berita mengejutkan dari venue. Widhi yang sedang asik memaikan keyboard untuk check sound diberhentikan oleh aparat keamanan. "Event ini belum ada ijinnya, jadi kalian belum boleh tampil!",  jelas beberapa petugas yang datang ke venue. Serentak temen-temen Letto yang ada di venue menghentikan aktivitasnya dan segera turun dari panggung.

Sementara itu, teman-teman player yag sudah bersiap diri di hotel mendengar kabar itu dari salah seorang kru radio yang datang ke hotel untuk melakukan interview. "Ini bukan pencekalan, ini murni kesalahan panitia. Ijin keamanan dari Polda belum turun, jadi acara harus dibatalkan. Ini event besar. Event yang melibatkan begtu banyak audiens dan pihak keamanan tidak mau mengambil resiko. Jadi dengan sangat terpaksa, event batal", jelas kru radio tersebut.

Aldi segera mengambil alih komando dan segera meminta Tim Juru Ngelu mengemasi alat yang sudah terpasang dipanggung. "Sing alon-alon dab, ra sah kesusu", kata Aldi. Ya, tampak jelas kekhawatiran di raut teman-teman Juru Ngelu. Khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan akhirnya, setelah semua alat dimasukkan kedalam mobil, rombongan Letto segera kembali ke hotel. Tapi sayang, lagi-lagi tak satupun perwakilan pihak panitia muncul. Akhirnya Letto segera berinisiatif untuk segera kembali ke Jogja mengingat waktu yang mendesak. Jam 6 pagi keesokan harinya Letto sudah harus berangkat ke Makassar.

Akhirnya, setelah sekian lama Aldi menghubungi pihak panitia, datang mobil yang disiapkan secara dadakan oleh panitia untuk mengantar rombongan Letto ke Jogja. Tapi itupun hanya berkapasitas 7 orang. Akhrnya diputuskan teman-teman player mendapat prioritas agar bisa mempersiapkan diri lebih awal untuk mempersiapkan show esok harinya di Sinjai Makassar.

Pukul 24.00 WIB ada mobil panitia yang akan mengantar sisa rombongan sampai ke Jogja, dan lagi-lagi dengan kapasitas yang sangat terbatas. Akhirnya diputuskan untuk mengangkut alat dan beberapa orang saja. Akhirnya kloter yang kedua berangkat juga pada pukul 01.00 WIB dan menyisakan Aldi, Darto, dan Indra serta sebagian alat yang masih tersisa di hotel. Dan tragisnya, mobil yang mengangkut rombongan kedua ini juga kehabisan bensin. Dan pihak panitia yang ikut mengantar sangat bingung sehingga mereka sendiri tak tahu apa yang harus dilakukan. Lengkap sudah penderitaan malam ini....

Pukul 5.50 pagi. Keadaan bertambah parah saat semua rombongan sudah berkumpul di bandara Adi Sutjipto Jogja unuk menuju Sinjai Makassar, ternyata Aldi, Darto dan Indra diketahui masih dalam perjalanan menuju Jogja dengan menggunakan bus umum yang tentu saja tidak bisa berjalan secepat yang kita harapkan. Panggilan untuk segera masuk ke pesawat berkali-kali terdengar. Akhirnya, sekedar ntuk mengulur waktu sambil menunggu Aldi dan kawan-kawan yang masih dalam perjalanan, rombongan letto yang sudah sampai dibandara dipecah. Patub, Cornell dan Orjo bertugas menunggu Aldi, darto dan Indra, sedangkan rombongan lain segera menuu pesawat, itupun dengan cara masuk satu per satu untuk mengulur waktu.

Pukul 6.05, pesawat harus segera take off. Petugas maskapai pun menanyai, kita jadi berangkat atau tidak. "Iya pak, kita berangkat, tapi tunggu lima ment lagi ya pak," jawab Patub memelas. Akhirnya, tak sampai lima menit kemudian, Aldi, Darto, dan Indra sampai dibandara dengan terengah-engah setelah berlarian mengejar waktu dan segera masuk ke pesawat sambil "ngos-ngosan".

Begitu banyak pelajaran yang bisa diambil saat itu. Mohon maaf kepada teman-teman pLettonic di Wonogiri dan sekitarnya. Mungkin lain waktu kita akan mencoba tampil dengan keadaan dan suasana yang jauh lebih baik. Dan terima kasih juga kepada "pesawat baik hati" yang mau menunggu dan sedkit terlambat, terima kasih juga kepada seluruh penumpang lain yang walau sedikit kesal tapi tetap menunggu. Dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Letto saat keadaan begitu sulit. Semoga dilain waktu, pelajaran ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk terus berusaha menjadi lebih baik dan baik lagi. Nuwun.

Events

No current events.