Letto Untuk Kapuas

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by HC / LettoLink Monday, 07 April 2008 14:04

Disaat sebagian orang sedang terlelap dalam tidurnya, sebagian sedang berbenah untuk memulai aktifitasnya, dan sebagian lagi tengah bersiap-siap untuk menjalankan ibadah sholat subuh, dan di sela-sela semua aktivitas itu tadi, rombongan letto sedang meluncur menuju bandara internasional Sukarno-Hatta untuk melanjutkan promo tournya menuju kota Kapuas Kalimantan Tengah untuk event hari jadi Kab. Kapuas yang ke 202 tahun.

Letto Untuk Kapuas

Tepat pukul 06.10 WIB pesawat Boing 737 900 ER yang membawa kita takeoff dari bandara Sukarno-Hatta menuju bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 50 menit. Alhamdulillah pada pukul 09.00 WITA kita semua sampai juga di bandara Syamsudin Noor tetap dalam keadaan sehat walafiat, kemudian kita langsung menuju muka bandara karena kita sudah di tunggu oleh panitia penyelenggara yang akan membawa kita menuju kab. Kapuas. Hampir sekitar dua setengah jam kita menempuh perjalanan menuju Kapuas, ada hal yang sangat menarik dalam dua setengah jam perjalanan ini, di mana saat kita masih berada di Banjarmasin, kita masih menggunakan waktu Indonesia bagian timur, dan ketika kita sudah menempuh perjalanan hampir satu jam lebih ke Kapuas, kita melintasi garis khatulistiwa yang mengajak kita menggunakan waktu Indonesia bagian barat lagi. "Wah, asyik yo...nek pas Ramadhan buko puoso ne neng Banjarmasin wae...magrib'e luwih cepet", canda Patub waktu di dalam mobil.

Dan sekitar pukul 11.30 WIB rombongan kita sudah sampai di Guest House asyik dan nyaman karena letaknya tepat dipinggir salah satu aliran dari sungai Kapuas, dan tanpa istirahat terlebih dulu, kita langsung berfoto-foto dipinggiran sungai itu sambil menikmati suasana sungai Kapuas. Kemudian setelah kita rilex sejenak, kita langsung menuju café kapal untuk makan siang, makanan khas laut yang di sajikan dengan sambal yang pedas langsung kita sikat habis, sebuah hidangan yang memang lezat, sehingga membuat kita semua mengeluarkan keringat dan umbelen. "Sambele enak dab," komentar pak Alex sambil mengusap-usap cairan dari hidung.

Letto Untuk KapuasKemudian setelah menjalankan kewajiban tadi, tim Juru Ngelu yang di komandoi oleh Orjo langsung menuju venue untuk melakukan sound chek, karena ternyata acara yang semula di jadwalkan mulai pada pukul delapan malam, di majukan menjadi pukul empat sore ini juga, karena situasi dan kondisi di Kab. Kapuas pada saat itu kurang kondusif pasca pilkada, apalagi setelah Bupati dan Wakilnya yang terpilih dilantik dua hari yang lalu, suasana Kab. Kapuas semakin tidak kondusif. Sebuah masalah klasik yang ternyata masih melekat kuat di negara kita.

Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB, para player kita hendak bersiap-siap diri, dan tiba-tiba saja "Banyune mati! Banyune mati! Wedhus!" teriak Patub dari dalam kamar. "Wah, piye iki? Kota air kok buat mandi aja gak ada air," celetuk Dhedot. Berbagai cara terus mereka lakukan agar bisa mandi, dari kamar satu dan ke yang lainnya mereka cek semua untuk mencari air untuk mandi, walaupun airnya sedikit coklat, Patub, Dhedhot, Cornel dan Widi tetap saja mandi dengan air itu, karena itu yang bisa membuat mereka segar kembali setelah beraktifitas sebelumnya, sedangkan Noe tidak kebagian air lagi untuk mandi, dan Aldi pun tak kehilangan akal untuk itu, ia langsung mencari dan mengumpulkan air mineral botol untuk mandinya Noe, dan sekitar sepuluh botol lebih air mineral yang 600ml di habiskan Noe untuk mandi!

Setelah mereka siap semua, merekapun akan segera menuju venue untuk menjalankan kewajibannya. Saat tiba di venue, Noe, Patub, Arian, Dhedhot, Cornel, dan juga Widi terpana melihat ribuan orang sudah memadati area depan panggung dan sekitar lokasi acara, jelas emosi mereka jadi terpacu untuk tampil habis-habisan. Awal acara di buka dengan pentas seni dengan menampilkan tarian khas rakyat Dayak, setelah itu Bupati terpilih Bapak Ir. H. Muhammad Mawardi, MM memberikan sambutannya, dalam sambutannya beliau mengatakan secara jujur di depan semua yang hadir memadati lokasi dan kepada Letto khususnya Noe, bahwasannya dalam setiap masa kampanyenya Bapak Mawardi selalu menyanyikan lagu Sebelum Cahaya dan dalam orasinya beliau berjanji akan mendatangkan Letto ke Kab. Kapuas jika beliau menang dalam pemilihan, dan saat ini semua janji itu bisa beliau wujudkan. "Saya bangga dan sangat terharu, dulu saya bisa mendatangkan Cak Nun dan KiaiKanjeng nya, dan saat ini saya bisa mendatangkan Noe dan Lettonya," ucap Pak Mawardi dengan mata berkaca-kaca haru sambil merangkul Noe yang saat itu berdiri di sampingnya. Selanjutnya Pak Mawardi mempersilahkan Letto untuk acara selanjutnya, karena ini adalah yang utama dan penonton pun juga sudah tidak sabar lagi, sambung Pak Mawardi lagi sambil mengajak semua penonton berteriak-teriak memanggil-manggil Letto...Letto...Letto....

Letto Untuk KapuasDengan penuh semangat yang menggebu-gebu, Letto membuka penampilannya dengan lagu Truth, Cry, and Lie, Kau, Aku dan Obsesiku, dan lagu kenangan masa muda Pak Mawardi Love of  My Life yang di sambung dengan lagu Sebenarnya Cinta, suasana pun jadi makin meriah dan ramai ketika Letto membawakan lagu nasional Berkibarlah Bendera Ku yang membuat penonton jadi berteriak air...air...air.... Dan seketika saja air dari mobil pemadam kebakaran di semprotkan ke segala arah penonton. Sadar kalau Letto di jadikan bagian yang utama dalam acara ini, Noe, Patub, Arian, dan Dhedot tampil habis-habisan, terlihat dari lagu Heartbreaker yang menampilkan aksi solo masing-masing person, seluruh penonton mereka buat histeris memanggil-manggil nama mereka, sungguh luar biasa acara sore ini.

Di ujung penampilan Letto, Noe mencoba membuat kenyataan apa yang telah dilakukan oleh Pak Mawardi saat kampanye, Noe mengajak Pak Mawardi dan Pak Suraria naik ke panggung untuk bernyanyi bersama lagu Sebelum Cahaya, ternyata bapak-bapak ini sudah hapal sekali lagu ini, dan seluruh penonton yang ada juga ikut bernyanyi, sebuah pemandangan yang mengharukan karena lagu Sebelum Cahaya dinyanyikan dengan perasaan yang sangat dalam, hingga lagu ini berakhir maka berakhir juga penampilan Letto pada acara ini, akan tetapi penonton yang sudah terbius oleh penampilan Letto jadi berteriak lagi...lagi...lagi....Patub, Arian, Cornel yang semula sudah meletakkan gitarnya, memberi isyarat kepada yang lain untuk memainkan satu buah lagu lagi, dan kemudian mereka membawakan tembang manis berjudul Kemesraan milik Iwan Fals dan lagu itupun di nyanyikan bersama-sama Pak Mawardi dan Pak Suraria dan juga seluruh penonton.... Kapuas Hebat!

Letto Untuk KapuasKemudian setelah acara sore ini berakhir, rombongan Letto pun kembali ke Guest House untuk beristirahat, dan sekitar pukul tujuh malam ternyata kita mendapat undangan kehormatan untuk acara makan malam bersama Pak Mawardi beserta tim suksesnya dari beberapa daerah dan juga dari Korea. Acara makan malam berjalan sangat santai sekali, dimana setelah makan pak Bupati mempersilahkan semua untuk bernyanyi yang di iringi oleh sebuah  keyboard. Di awali oleh Pak mawardi yang bernyanyi, kemudian para tim sukses pak Mawardi yang bernyanyi lagu-lagu kesukaanya, dan rombongan Letto pun mendapat jatah untuk bernyanyi lagi, dan karena teman-teman player sudah lelah, maka Letto di wakili oleh Darto, salah satu Juru Ngelu kita yang membawakan dua buah lagu dan sedikit humor dan candaan. "Kapan lagi bisa bernyanyi dan gojek di depan orang-orang pentingnya Kab. Kapuas," kata Darto sambil tersenyum.

Selamat atas terpilihnya Bapak Ir. H. Muhammad Mawardi, MM dan Bapak Suraria Nahan, Dipl ATP, ST sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kab. Kapuas 2008-2013. Semoga kedatangan Letto saat ini selain ikut memeriahkan hari jadi kab. Kapuas yang ke 202, Letto juga sudah jadi salah satu bagian dari item janji Pak Mawardi yang di wujudkan, dan semoga item janji-janji yang lain saat beliau berkampanye bisa di penuhi dan di wujudkan semua, Amiiin....

Events

No current events.