Road To Malaysia - Day 3

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Written by Wicak Friday, 27 July 2007 07:00

Hari ketiga. Pagi jam 05.00 waktu setempat, player dan crew berangkat ke komplek broadcast Sri Pentas Bandar Utama, di daerah Petaling Jaya. Di komplek tersebut Letto di interview HOT FM.

Jam 10 pagi, Letto berangkat ke UiTM (Universitas dan Institute Teknologi Mara), di daerah Shah Alam. Ada waktu kosong (sekitar 1 jam) di gunakan untuk tidur Letto dan crew di ruang tamu studio Radio Universiti. Acara interview dengan Radio Universiti di lanjutkan dengan acara Meet and Greet (jumpa fans). Meet and Greet yang letaknya di depan koperasi UiTM berjumlah ratusan yang kebanyakan mahasiswi sangat antusias (bersemangat) ketika meminta tanda tangan dan foto bersama Letto.

Image

Acara berikutnya sound check di plasa Alam Sentral untuk show di acara "Muzik Muzik" tanggal 26 besok harinya (rencana jam 17.30-18.30 membawakan "Ruang Rindu" dan "Sampai Mati Sampai Nanti". Team produksi mulai loading, setting alat dari jam 16.00-17.00.

Makan malam kali ini, tidak seperti makan malam kemaren. Disebabkan dua orang yaitu, Patub dan Ari terpaksa harus tinggal di hotel karena sakit. Jadwal yang padat, kesana-kemari dan beberapa kali interview, menyebabkan kurangnya istirahat. Bukan cuma Patub dan Arian yang sakit, ada juga beberapa crew juga sakit atau kelelahan. Akhirnya mereka tidak bisa ikut meramaikan suasana makan malam bersama karena harus istirahat dan titip agar makan malamnya dibungkuskan untuk mereka.

Makan malam di Lotus sebuah kawasan tengah kota, jaraknya hanya beberapa meter dari KLCC (Kuala Lumpur Convention Center). Dedi merasa kangen dengan citarasa makanan khas Indonesia. Untungnya pelayan Lotus orang Indonesia tepatnya berasal dari Kulon Progo, DIY. Dengan santainya Dedi ngobrol pake bahasa Jawa.

"Mas...panganan sing rasane Jowo sing endi?" (mas, makanan dengan rasa Jawa yang mana?), tanya Dedi dengan bahasa Jawa yang "medhok".

"Ono sate ayam, sate kambing opo mie ayam? (ada sate ayam, sate kambing apa mie ayam?)," jawab mas pelayan dengan bahasa Jawa.

"Yo wis, mie ayam wae (ya udah, mie ayam aja)," kata Dedi.

Beberapa menit kemudian mie ayam pesanan Dedi datang. Macam-macam makanan khas Malaysia juga disajikan di Lotus pada malam itu antaranya seperti roti Nanan dan roti Bedura. Suasana malam itu kemudian menjadi sejuk karena hujan terasa datang dan menemani malam itu. Aldi sudah memberi aba-aba untuk kembali ke hotel dan cepat istirahat, mengingat besok jadwal mulai jam 06.00 pagi. Makan malam pun selesai. Semuanya kembali Hotel dan Aldi tidak lupa membawa makan malam dan obat untuk Patub, Arian, dan beberapa crew yang tidak bisa ikut keluar karena kondisinya kurang fit.

Events

No current events.