User Tools

Site Tools


wiki:leto

LETO

Pada tahun 1998, ketika bertemu di sebuah acara musik di kampus, dimana Patub dengan Basic Band-nya ikut menjadi pengisi acara, Sabrang diundang untuk ikut datang menyaksikan. Oleh Patub, Sabrang diperkenalkan kepada Aldy yang saat itu menjadi tokoh di balik layar (manager) Basic Band. Sabrang dan kawan-kawan kemudian membuat sebuah pembicaraan kecil dan hampir muskil. “Mungkinkah kita menggunakan media musik untuk mengeksplorasi kemampuan dan kreatifitas, sekaligus mendapatkan profit dari sana”, pada saat itu sama sekali belum ada gambaran bahwa musik bisa menjadi dunia yang mampu mereka terjuni. Akhirnya, mereka memulai dengan melakukan komitmen prihatin dengan berpuasa. Setelah itu mereka benar-benar melakukan puasa Senin Kamis, tanpa berani lagi berpikir bahwa puasa untuk mengabulkan keinginan mereka di dunia musik. Sebab ada lagi “puasa” yang lebih mereka harapkan dari keinginan mereka, yakni proses yang mereka jalani dengan serius, tetap menjaga komitmen, dan memperthanakan keteguhan terhadap potensi kegoyahan. Jika ternyata puasa Senin Kamis-nya juga menjadi pertimbanganNya untuk mengabulkan ikhtiar mereka sudah pasti itu Hak Prerogatif Tuhan.

Ternyata harapan pemuda-pemuda nakal itu terjawab di enam tahun kemudian. Tepatnya di tahun 2004. Proses mereka yang sudah menjadi musik mereka dokumentasikan dan beberapa nomor ditawarkan ke beberapa label. Suatu hari demo lagu mereka di dengar oleh seorang produser musik dari Bandung. Menurut Noey dan Capung, musik mereka unik dan memiliki corak tidak biasa, tetap easy listening, dan cenderung punya arah sendiri. Pandangan Kang Noey dan Kang Capung ternyata tidak meleset, mereka segera menghubungi kelompok pemuda Jogja ini untuk diikutsertakan dalam Album Pilih 2004. Noey dan Capung juga merupakan pentolan Grup musik Java Jive.

I’ll Find Away, menjadi lagu pertama yang direkam oleh label Musica Studio. Di dalam album tersebut disepakati mereka menggunakan nama Leto. Setahun kemudian Leto kembali bekerjasama dengan Musica Studio untuk membuat mayor label, Noey dan Capung tetap berposisi sebagai produser mereka. Fase ini menuntut Leto lebih fokus dalam melihat dunia musik. Sejak saat itu Leto memantabkan diri dalam kreatifitas bermusik. Nama Leto yang semula hanya dengan satu “T” menjadi Letto dengan 2 “T”. Pertimbangan T yang ditambahkan untuk nama Letto bukan dengan tanpa konsep yang serius, hanya sebagai penanda perubahan, estetika visual, dan lebih kental saat diucapkan. Dua T juga simbol keberpasangan. Tapi itu semua tidaklah penting, sebab yang lebih penting bagaimana Letto mampu mempersembahkan produk terbaik, dan senantiasa serius dengan tanggungjawabnya sebagai insan musik tanah air.

“T” sebenarnya multi makna dari angle filsosofis. T bisa Teologis, T bisa Tujuan, T bisa Tampak, T bisa Terang, dan banyak makna T yang tentu tidak bisa diakomodir dalam homofon maupun typografi Letto. Tidak bisa menjadi LeTTTTTTTO.

wiki/leto.txt · Last modified: 2011/07/13 01:07 by PakPenyo